Tanam 10 Ribu Trembesi Kurangi CO2 di Tol Semarang – Batang

152
TANAM TREMBESI-Istri Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Siti Atiqoh Supriyanti, bersama Vice President Djarum Foundation, FX Supanji (keempat dari kanan), menyiram pohon trembesi yang sebelumnya ditanam bersama-sama dengan para pejabat daerah.
TANAM TREMBESI-Istri Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, Siti Atiqoh Supriyanti, bersama Vice President Djarum Foundation, FX Supanji (keempat dari kanan), menyiram pohon trembesi yang sebelumnya ditanam bersama-sama dengan para pejabat daerah.

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG-Komitmen Djarum Foundation untuk mengurangi dampak pemanasan global melalui program Djarum Trees for Life (DTFL), kembali diwujudkan dengan menanam 10 ribu pohon trembesi di Jalur Tol Semarang – Batang. Program tersebut merupakan kelanjutan dari penanaman 12 ribu pohon trembesi di Tol Cipali, Jawa Barat, 2016 lalu.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menyambut baik upaya yang dilakukan oleh Djarum Foundation. Penanaman sepanjang 75 Km itu, dilaksanakan melalui program Djarum Trees For Life (DTFL), yang secara simbolis dimulai dari area Jembatan Kali Kuto, Kabupaten Kendal, Sabtu (3/11).

“Tol Semarang – Batang nantinya menjadi ‘urat nadi’ jalur distribusi wilayah Jawa Tengah bagian utara. Sehingga, penanaman pohon akan berdampak positif bagi kenyamanan pengguna tol, dan juga mengurangi dampak gas CO2,” papar Ganjar Pranowo, usai melakukan penanaman trembesi.

Selain gubernur, turut hadir Vice President Djarum Foundation, FX Supanji, Bupati Kendal Mirna Annisa, Bupati Batang Wihaji, dan Pimpinan Proyek PT Jasamarga Semarang Batang R Beni Dwi Septiadi. Prosesi seremoni penanaman berada di sekitar Jembatan Kali Kuto, karena jembatan itu dapat menjadi ikon rute tol Semarang – Batang.

Menurut Ganjar Pranowo, tol tersebut program strategis nasional yang harus sukses untuk membuka jalur cepat Jawa. Untuk itu, banyaknya kendaraan yang akan lewat dengan emisi gas buang yang meningkat, harus diimbangi upaya untuk menguranginya. Salah satunya, menanam pohon sebanyak-banyaknya. “Peran serta masyarakat diperlukan agar jalur ini rindang, sejuk dan menyerap emisi. Terima kasih Djarum Foundation turut aktif membantu penghijauan ini,” kata Ganjar.

FX Supanji memaparkan, proses penanaman akan dilakukan setelah pembangunan Tol Semarang – Batang rampung dikerjakan. Hingga 28 Oktober 2018, pembangunan tol sudah mencapai 92,96 persen. “Tidak hanya trembesi, kami juga akan menanam jenis pohon berbunga dan pohon buah di beberapa ruas seperti interchange, rest area, hingga kantor pengelola jalan tol. Selain menanam, kami juga melakukan perawatan pohon tersebut hingga tiga tahun ke depan,” jelasnya.

Selain ruas tol Semarang – Batang, lanjut FX Supanji, tahun ini DTFL juga melakukan penghijauan pada ruas tol lainnya. Antara jalur Surabaya – Mojokerto, Gempol – Pasuruan dan Kertosono – Ngawi. Trembesi dipilih karena efektivitas pohon berjuluk Ki Hujan atau Rain Tree ini, unggul dalam menyerap gas CO2. (fiq/web/ap)