Pembunuh Balita Dibawa ke RSJ

196
DIPERIKSA : Tersangka Sunaryo, warga Dusun Gandon Desa Gandon Kecamatan Kaloran, Temanggung digelandang ke Mapolres Temanggung untuk menjalani pemeriksaan sebelum dibawa ke RSJ Magelang, Selasa (13/11/2018). (Ahsan fauzi/radarsemarang,id)

RADARSEMARANG.ID,TEMANGGUNG – Diduga dalam pengaruh obat-obatan, Sunaryo, 26, warga Dusun Gandon Desa Gandon Kecamatan Kaloran menghabisi nyawa balita tetangganya, Rafa Nesya Ardani, 2,5 tahun menggunakan golok, Senin (12/11/2018).

Dua warga lainnya juga turut menjadi korban dengan kondisi luka berat. Yakni Khalisatun Mafruroh, 23, ibunda Nesya dengan luka bacok di bagian kepala dan tangan serta Atik Ernawati, 31, dengan luka di bagian leher. Keduanya dalam perawatan intensif di RSUD Temanggung.

Petugas Polres Temanggung ketika melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) menemukan sejumlah barang bukti ceceran darah, sebilah golok, pecahan kaca dan rambut yang bertebaran.

Kasatreskrim Polres Temanggung, AKP Dwi Hariyadi menuturkan, selain melakukan olah TKP, petugas juga memanggil para saksi untuk dimintai keterangan. Sedangkan pelaku ditangkap saat hendak melarikan diri menggunakan sepeda motor. Ia tak berkutik setelah anggota Polsek Kaloran menabrak kendaraan pelaku menggunakan mobil patroli.

“Pelaku sudah kami amankan dan kami kirim ke rumah sakit jiwa di Magelang untuk menjalani pemeriksaan kejiwaan,” ucap Dwi saat gelar perkara terhadap pelaku pembacokan di Polres Temanggung, Selasa (13/11/2018).

Dwi menuturkan, dalam pemeriksaan sementara belum sinkron dengan alasan lupa dan tidak tahu. Maka dilakukan pemeriksaan kejiwaan oleh dokter ahli jiwa. Dalam kasus ini, pihaknya telah memeriksa enam saksi yang merupakan tetangga korban.

“Saksi yang sudah diperiksa ada enam orang. Para saksi melihat saat peristiwa terjadi, mulai dari tersangka keluar rumah mengejar ibu dan anaknya sampai menganiaya ketiga tetangganya. Hingga saat ini kami masih mendalami motif penganiayaan tersebut,” terangnya.

Dwi menambahkan, berdasarkan keterangan rekan kerjanya di kawasan penambangan pasir merapi di Kabupaten Magelang, tersangka Yoyok terlihat aneh dari kebiasaan keseharian. Ia seperti linglung.

Saiful alias Ipul, saksi warga setempat menjelaskan, tersangka sehari-hari bekerja sebagai buruh muatan truk pasir yang biasa beroperasi di wilayah Merapi Kabupaten Magelang.

“Saya tadi cuma lihat korban sudah di rumah bidan. Saat itu para warga teriak-teriak ada pembunuhan. Tidak tahu kenapa seperti ini, pelaku juga tidak sakit jiwa atau stres, sehari-hari dia akrab sama tetangga,” jelasnya. (san/lis)