36 Tahun Bermanfaat untuk Umat dan Negeri

178
KHUSYUK : Pembiasaan tadarus Alquran sebelum kegiatan belajar berlangsung di Ponpes Al-Mu’min Muhammadiyah Tembarak.
KHUSYUK : Pembiasaan tadarus Alquran sebelum kegiatan belajar berlangsung di Ponpes Al-Mu’min Muhammadiyah Tembarak.

RADARSEMARANG.ID, Pondok Pesantren Al-Mu’min Muhammadiyah adalah satu-satunya pondok pesantren (ponpes) di Kabupaten Temanggung yang berada di bawah organisasi Muhammadiyah.
Kampusnya di Desa Purwodadi Kecamatan Tembarak Kabupaten Temanggung. Berdiri 36 tahun lalu, tepatnya 1 November 1982. Pesantren ini memiliki 4 unit pendidikan. Yakni MTs (Madrasah Tsanawiyah), SMP (Sekolah Menengah Pertama), MA (Madrasah Aliyah) dan SMK (Sekolah Menengah Kejuruan).

]Secara kelembagaan pesantren ini milik persyarikatan Muhammadiyah, tetapi didirikan untuk seluruh umat Islam baik Muhammadiyah maupun non-Muhammadiyah. Maka tidak hanya warga Muhammadiyah yang menyekolahkan putra-putrinya di pondok ini.

Wasi’un, M.Pd.I salah satu alumni yang kini menjadi Kepala SMP Mutual Kota Magelang merasa bangga pernah nyantri di Ponpes Al-Mu’min Muhammadiyah Tembarak Temanggung.

“Saya beruntung pernah sekolah di Al-Mu’min Muhammadiyah Tembarak karena banyak manfaat yang saya peroleh dan alhamdulillah bisa mengantarkan saya menjadi kepala sekolah.”
Banyak santri berasal dari luar Temanggung. Seperti Magelang, Kendal, Wonosobo, Banjarnegara, Jogjakarta, Semarang, Banyumas, Cirebon, Jakarta, Kalimantan, Riau, Medan.

“Saya sangat yakin bisa menjadi pribadi seperti sekarang tidak terlepas dari didikan para ustad di Al-Mu’min Muhammadiyah dulu,” ungkap Diding Fathuddin, alumni tahun 2000 yang kini Direktur Pondok Tahfidz As-Surkati Salatiga.

Ponpes Al-Mu’min memiliki tujuh pandangan pendidikan yang harus dipahami oleh setiap pendidik. Yakni : 1. Anak adalah anak yang fitrah. Mereka membutuhkan tempat mencurahkan isi hati, mereka juga butuh bimbingan; 2. Setiap anak memiliki kelebihan dan potensi untuk berkembang; 3. Ilmu Allah SWT luas tak terbatas; 4. Ustad adalah murabbi. Ustad atau ustadah bukan guru biasa tetapi agen perubahan karakter. 5. Belajar itu menyenangkan; 6. Penilaian atas dasar akhlak, amal dan prestasi akademik; 7. Menyembunyikan aib dan menampakkan prestasi. (tim)