Pembangunan Infrastruktur Jalan Capai 98 Persen

28
DORONG PEMBANGUNAN: Bupati Demak HM Natsir terus mendorong pembangunan infrastruktur di wilayah Kabupaten Demak.WAHIB PRIBADI/RADARSEMARANG.ID
DORONG PEMBANGUNAN: Bupati Demak HM Natsir terus mendorong pembangunan infrastruktur di wilayah Kabupaten Demak.WAHIB PRIBADI/RADARSEMARANG.ID

RADARSEMARANG.ID, DEMAK – Pembangunan infrastruktur betonisasi jalan kabupaten sepanjang 429 kilometer diwilayah Demak hingga akhir 2018 ini telah mencapai 98 persen. Sedangkan, sisanya antara 2 hingga 3 persen ditargetkan selesai pada 2019 mendatang.

Ini karena ruas jalan yang belum dapat dituntaskan tersebut berada di pesisir pantai Demak, utamanya di wilayah Kecamatan Sayung dan sekitarnya. Ruas jalan tersebut terendam banjir rob.

Sekda Pemkab Demak dr Singgih Setyono MMR mengatakan, Pemkab Demak juga berkonsentrasi melakukan pelebaran jalan. Antara lain, jalan ruas Onggorawe-Mranggen, ruas Buyaran-Karangawen, ruas Onggorawe-Bulusari-Sayung, ruas jalan Gajah-Dempet, ruas Wedung-Bonang, dan ruas Karanganyar-Merak.

Selain itu, juga pelebaran jalan desa antara Jogoloyo-Ploso-Grogol. Sebab, jalan tersebut menjadi jalan alternatif jika jalur Pantura Demak bagian barat mengalami kemacetan lalulintas. “Untuk pelebaran jalan strategis ini kita selesaikan sampai 2019,” ujar Sekda dr Singgih dikantornya, kemarin.

Selain infarstruktur jalan, Pemkab Demak juga menyelesaikan sejumlah bangunan penting lainnya. Seperti pembangunan jembatan penghubung antara Musala yang ada digedung utama Setda dengan gedung Badan Pengelola Keuangan, Pendapatan dan Aset Daerah (BPKPAD). “Jembatan penghubung yang terintegrasi ini akan menjadi ikon Pemkab Demak,” katanya.

Pemkab juga berusaha menyelesaikan pembangunan gedung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sunan Kalijaga yang sedianya dikhususkan untuk Poliklinik spesialis mata. Kemudian, penyelesaian pembangunan RSUD Karangawen. Rumah sakit di Kecamatan Karangawen tersebut sedianya akan dioperasionalkan pada 2019 mendatang.

Pembangunan rumah sakit tersebut tidak bisa ditunda. Sebab, jika ditunda justru tidak bisa segera dioperasikan sehingga tidak ada pemasukan untuk daerah. “Izin operasional sudah ada. Karena itu, gedung dan kelengkapan sarana prasarana juga harus sudah siap,” ungkap Sekda.

Pemkab juga telah menyelesaikan pembangunan taman di kawasan Bogorame serta taman jalan hutan kota, termasuk di kawasan taman Mahesa Jenar. Kemudian, penyelesaian pembangunan taman antara Kalikondang hingga Mranak. Sebab, kawasan sepanjang Kalikondang hingga Mranak akan menjadi pusat kota Demak.

Pembangunan kawasan kota ini akan dilakukan hingga 2020. “Pemkab juga telah membangun fasilitas toilet umum untuk tamu di sebelah Pendopo. Bangunan toilet ini dindingnya dilukis sedemikian rupa hingga tampak cantik,” kata dr Singgih Setyono.

Bupati Demak HM Natsir menambahkan, pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Demak dari tahun ke tahun terus meningkat, baik dari sisi kualitas maupun kuantitasnya. “Dengan penyelesaian pembangunan infrastruktur jalan ini, kita berharap ekonomi masyarakat juga meningkat. Kita lihat ekonomi warga di kawasan kawasan yang jalannya bagus terus menggeliat. Karena itu, penyelesaian pembangunan infrastruktur jalan menjadi kunci utama dalam mensejahterakan masyarakat,” katanya.

Seperti diketahui, tidak hanya jalan kabupaten saja yang dibetonisasi Pemkab Demak. Namun, jalan desa maupun jalan akses pertanian juga telah dipoles sedemikian rupa dengan betonisasi. Kondisi tersebut telah memperlancar akses ekonomi masyarakat. (hib/bas)

Silakan beri komentar.