Milenial Harus Diakomodasi

40
MEMOTIVASI : Anggota Komisi III DPR Abdul Kadir Karding memberikan motivasi kepada mahasiswa Undip dalam acara Alumni Mengajar, Kamis (8/11).Sigit Andrianto/RadarSemarang.ID
MEMOTIVASI : Anggota Komisi III DPR Abdul Kadir Karding memberikan motivasi kepada mahasiswa Undip dalam acara Alumni Mengajar, Kamis (8/11).Sigit Andrianto/RadarSemarang.ID

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Indonesia memiliki bonus demografi dengan banyaknya generasi milenial. Kondisi ini menjadi potensi jika dikelola dengan baik. Sementara jika tidak, justru akan menjadi beban.

Anggota Komisi III DPR RI Abdul Kadir Karding mengatakan, kebijakan yang dibuat pun harus selaras dengan kondisi saat ini. Kebijakan yang bisa memberikan ruang kepada para generasi milenial untuk dapat berkreasi. “Kalau tidak, maka tidak akan ada perbaikan dan kita akan tertinggal dengan negara luar,” ujarnya dalam kegiatan Alumni mengajar di Undip, Kamis (8/11).

“Bonus demografi ini, harus disiapkan dengan baik. Menyiapkan SDM yang mampu bersaing dengan kreativitasnya, sehingga ekonomi bisa didapatkan,” timpalnya.

Pengelolaan milenial ini, tidak boleh mengikuti milenial seperti pada umumnya. Namun, harus tetap berpegang pada
karakteristik dasar Indonesia. Sehingga akan muncul generasi milenial yang tetap memiliki sopan satun dan unggah-ungguh. “Negara yang sudah bagus, seperti di Jepang lah kira-kira,” kata dia.

Dalam kondisi saat ini, pemerintah harus bisa mendorong mengembangkan diri generasi milenial. Salah satunya, mendorong agar akses internet dapat diperoleh dengan mudah dan murah di seluruh wilayah. Selain itu, infrastruktur digital juga wajib untuk diperbaiki sebagai sarana berekspresi.

Pada kesempatan yang sama, Komisari Pelindo III, Heddy Lugito mengatakan bahwa generasi milenial merupakan generasi yang unik. Mereka, ia katakan, adalah generasi yang sudah dikenalkan dengan teknologi bahkan sejak dari lahir.

Heddy melihat, dalam hal ini persaingan semakin ketat. Sebab, mereka (generasi milenial) belajar pada ladang yang sama, yakni ladang internet. Untuk itu, generasi milenial butuh spesialisasi. Mereka harus memiliki kemampuan spesifik di masing-masing bidang mereka untuk dapat memenangi persaingan. “Kalau tidak memperdalam bidang masing masing mereka akan terlindas,” ujarnya yang juga menjadi pembicara dalam Alumni Mengajar.

Direktur Komunikasi dan Hubungan Alumni Undip, Mujid F Amin, mengatakan bahwa kampus terus memfasilitasi para mahasiswa untuk mempersiapkan diri masuk ke dunia kerja era milenial. Tantangan saat ini memang semakin berat, terlebih memasuki era industri 4.0. “Kita siapkan mereka supaya siap dengan digitalisasi. Sebenarnya era ini bukan ancaman. Justru peluang ketika dapat dihadapi dengan baik. Tinggal mengasah kreatifitasnya mereka saja,” ujarnya. (sga/zal)

Silakan beri komentar.