Hendi Selesaikan 12 Ribu Aduan

Bawa Pemkot Jadi Pengelola Laporan Terbaik

26
TINDAK LANJUTI ADUAN : Wali Kota Hendrar Prihadi meninjau kondisi SD Krapyak, Semarang Barat, Kota Semarang, usai menerima aduan warga.Humas Pemkot For Jawa Pos Rase
TINDAK LANJUTI ADUAN : Wali Kota Hendrar Prihadi meninjau kondisi SD Krapyak, Semarang Barat, Kota Semarang, usai menerima aduan warga.Humas Pemkot For Jawa Pos Rase

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG-Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang membukukan laporan masyarakat selama kurun waktu tahun 2017 sebanyak 12.701. Dari belasan ribu laporan tersebut, Pemkot Semarang bersama Wali Kota Hendrar Prihadi berhasil menyelesaikan laporan sebanyak 95,2 persen atau sejumlah 12.094 laporan. Sekitar 2,81 persen lainnya tercatat dalam proses penyelesaian, dan 1,96 persen tercatat sebagai laporan yang tidak sesuai dengan kondisi lapangan sebenarnya.

Tingginya tingkat penyelesaian laporan masyarakat yang hampir sempurna tersebut, Kementrian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) menetapkan Pemkot Semarang sebagai Pengelola Laporan Terbaik di Indonesia pada ajang International Public Service Forum 2018. Bertempat di Jakarta Convention Center, apresiasi tersebut diberikan langsung oleh Menteri PAN-RB, Syafruddin kepada Wali Kota Hendrar Prihadi yang diwakili oleh Kepala Diskominfo Kota Semarang, Nana Storada, Kamis (8/11).

Dalam sambutannya, Syafruddin menegaskan jika apresiasi yang diberikan oleh kementrian yang dipimpinnya tersebut jangan membuat berpuas diri. “Tidak boleh berpuas diri, karena perjuangan untuk perbaikan harus terus diupayakan. Besar harapan kami atas nama pemerintah Indonesia bahwa ini menjadi sebuah persembahan kemakmuran,” tegas pria yang pernah menjabat sebagai Wakapolri tersebut.

“Pelayanan publik memiliki sebuah siklus dinamis yang terus berubah sesuai tren yang ada di masyarakat. Jangan berhenti berinovasi sebagai dynamic government, saatnya generasi ini berpacu untuk negerti,” pesannya.

Terpisah, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi yang pada hari sebelumnya didapuk sebagai Role Model pelayanan publik di Indonesia, menuturkan kebanggaannya atas perolehan prestasi yang dapat menjadi bagian dari perubahan penting Indonesia, khususnya dalam Pelayanan Publik.

Hendi, sapaan akrab Wali Kota Semarang itu menegaskan jika dalam setiap fase transisi bangsa Indonesia, civil society memegang peranan yang kuat. Untuk itu, melalui sistem pelaporan masyarakat tersebutlah dirinya meyakini civil society dapat didorong untuk berpartisipasi aktif dalam mendorong kemajuan Kota Semarang.

“Hari ini, Pemkot Semarang memiliki komitmen yang tinggi dalam menindaklanjuti setiap hal yang dilaporkan. Salah satunya dengan mempersingkat waktu penanganan laporan yang semula selama 15 hari, sekarang kami dorong lebih cepat menjadi 5 hari,” jelas Politisi PDI Perjuangan ini.

Dari pelaporan yang masuk itu, imbuhnya, Pemkot Semarang saat ini dapat lebih tepat menyusun prioritas program untuk dikerjakan. ‚ÄúSemua disesuaikan dengan laporan-laporan yang masuk,” pungkasnya. (zal/ida)

Silakan beri komentar.