Dinkop Akan Ambil Alih Kios

21

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (Dinkop dan Usaha Mikro) Kota Semarang akan menerapkan sanksi tegas kepada pelaku usaha di Pasar UMKM Sronol, yang tidak aktif. Sanksi berupa pengambil alihan kios dan akan diserahkan kepada pelaku usaha lain yang lebih siap.

“Fasilitas di situ kan luar biasa. UMKM diberi fasilitas secara gratis tapi ternyata tidak dimanfaatkan secara baik. Kami tidak hanya mengimbau, tapi kami melakukan tindakan tegas bagi mereka yang tidak memanfaatkan fasilitas tersebut,” tegas Kepala Dinkop dan Usaha Mikro Kota Semarang, Litani Satyawati, Kamis (8/11).

Litani menambahkan, saat ini sudah banyak UMKM yang mendaftar ke dinas untuk mengisi kios kosong yang berada di Pasar Srondol. Menurutnya, Pasar Srondol harus hidup lantaran Pemerintah Kota Semarang telah mendedikasikan tempat tersebut sebagai pusat kegiatan UMKM.

Berbagai upaya dilakukan pemkot untuk menghidupkan aktivitas di Pasar Srondol. Salah satunya dengan kegiatan pelatihan pelaku UMKM. “Terhitung sejak 5 sampai akhir bulan ini, di Pasar Srondol ada sejumlah pelatihan. Mulai dari kreasi daur ulang, membatik, pertemuan komunitas produk kreatif dan lainnya,” ujarnya.

Event ini juga diharapkan dapat dimanfaatkan oleh para UMKM untuk meningkatkan skill dan pengetahuannya dalam bisnis terutama dalam hal pemasaran.

Litani menegaskan, bagi para UMKM yang sudah diberi kepercayaan untuk mengisi kios pasar Srondol supaya memiliki tanggung jawab dan rasa syukur. “Jadi tidak menelantarkan kiosnya. Sudah selayaknya kalau kami harus tegas menerapkan sanksi manakala kepercayaan kami ini diabaikan,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Pasar Srondol, Albert Marbun mengatakan, berbagai strategi akan dilakukan untuk menghidupkan Pasar Srondol agar lebih dikenal masyarakat luas.

“Setiap agenda akan ditangani oleh masing-masing klaster yang ada di Pasar Srondol. Ada 10 klaster UMKM yang berada di Pasar Srondol, yaitu klsdyrt batik, handicraft, pariwisata, tas, bandeng, pangan, logam, mebel, jamu, dan lunpia. Kami mencoba untuk menghidupkan pasar ini dengan berbagai acara yang telah kami susun,” tandasnya. (tsa/zal)

Silakan beri komentar.