Jadi MC Terinspirasi sang Ibu

47
Annisa Saumi Afira. (DOKUMEN PRIBADI)
Annisa Saumi Afira. (DOKUMEN PRIBADI)

RADARSEMARANG.ID, ANNISA Saumi Afira bercita-cita menjadi seorang penyiar atau Master of Ceremony (MC). Menurutnya, kedua profesi tersebut memiliki tantangan tersendiri. “Karena pada awalnya sangat sulit bagi saya untuk berbicara di depan umum. Tetapi lama-kelamaan tantangan itu membuat saya menjadi tertarik,” ungkap Nisa, sapaan akrabnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Gadis kelahiran Bekasi, 22 Januari 1998 ini mengakui, pengalamannya menjadi seorang MC masih sangat terbatas. Salah satu yang selalu diingat adalah kali pertama dirinya membawakan acara yang kemudian dihinggapi perasaan gugup. “Grogi banget, nggak tahu harus ngomong apa di depan. Beruntung, waktu itu partnerku udah berpengalaman, jadi ketolong,” kenangnya.

Untuk mengasah kemampuannya dalam public speaking, Nisa menyebut dirinya aktif mengikuti sejumlah organisasi di kampusnya. Nisa yang masih tercatat sebagai mahasiswi program studi D3 Hubungan Masyarakat (Humas) Universitas Diponegoro (Undip) saat ini aktif dalam organisasi Himpunan Mahasiswa Prodi Humas.

“Dari situ, saya cukup sering ditunjuk jadi pembawa acara, jadi ya hitung-hitung untuk latihan percaya diri,” kata gadis yang hobi membaca novel ini.

Annisa mengaku, menjadi seorang MC tidak hanya bermodalkan penampilan yang menarik saja. Namun juga butuh wawasan yang luas. “Jadi, kalau di depan audiens, nggak kehabisan bahan buat diomongin. Harus luwes juga. Audiens gak ngobrol sendiri pas saya jadi MC,” ujarnya.

Cita-cita menjadi seorang penyiar maupun MC ini rupanya terinspirasi dari sang ibu yang pernah berprofesi sebagai penyiar. Nisa mengaku senang saat melihat ibunya bertugas dan memiliki kenalan yang banyak. “Bisa ngomong banyak dan punya kenalan banyak, keren lihat ibu dulu. Jadinya, makin terpacu menjadi penyiar atau MC profesional juga,” katanya. (tsa/aro)

Silakan beri komentar.