Penjualan Elektronik Naik 30 Persen

Harga Pameran Diperpanjang

95
MENGANTRE : Belanja elektronik di pameran lebih terjangkau dan bisa pula mencoba produk yang akan dibeli. (TRI SUTRITYANINGSIH/RADARSEMARANG.ID)
MENGANTRE : Belanja elektronik di pameran lebih terjangkau dan bisa pula mencoba produk yang akan dibeli. (TRI SUTRITYANINGSIH/RADARSEMARANG.ID)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG-Penjualan elektronik di pameran HomeTech ke-40 tahun 2018 meningkat 30 persen. Tingginya animo masyarakat untuk berbelanja elektronik, penyelenggara pameran Global Elektronik memperpanjang masa berlakunya “Harga Pameran HomeTech” hingga 20 Nopember mendatang.
Pameran yang diikuti Sharp, Samsung, Polytron, AC Daikin, Electrolux, dan Sanken ini, banyak mendapatkan perhatian masyarakat. Selain harga yang terjangkau, banyak hadiah yang bisa dibawa pulang konsumen.

“Diperpanjang masa berlakunya “Harga Pameran HomeTech 2018”, pengunjung masih bisa menikmati harga diskon semua perangkat elektronik dan ponsel dan kemudahan pembayaran lainnya,” jelas Managing Director Superstore Global Elektronik Semarang, Gouw Andy Siswanto.

Sharp di pameran ini menggelar program Sharp “Arigato” dengan hadiah paket umrah atau perjalanan keagamaan untuk 40 orang (20 pasang) bagi pembeli TV LED AQUOS 40 INCI ke atas, gratis 400 unit sound partner, dan 300 voucher belanja mulai dari Rp 500 ribu. Selain itu, ada kemudahan transaksi melalui Spektra, dengan hanya membayar Rp 99.000 bagi pembeli TV LED 40 inci.

Superstore Global Elektronik juga memberikan berbagai kemudahan pembayaran dalam pembelian perangkat elektronik. “Kami bekerja sama dengan 14 perbankan dan 7 perusahaan multifinance dan cicilan 0 persen untuk jangka waktu 6 bulan hingga 24 bulan,” tutur Andy.

Pameran dalam rangka HUT ke-16 Global Elektronik ini terbilang paling spektakuler dan diserbu
pengunjung, karena harganya murah. Menurut praktisi ekonomi dan bisnis ritel elektronik, Gouw Andy, daya beli masyarakat masih bagus, di tengah melemahnya rupiah terhadap dolar.

“Kami belum menaikkan harga, sehingga konsumen seakan berlomba-lomba memborong barang elektronik di pameran, khawatir harganya naik. Jika harga sudah naik, selisih harganya bisa terpaut 8-12 persen lebih mahal. Jika beli elektronik sekarang, bisa menghemat sampai 12 persen,” katanya lebih lanjut. (tya/ida)