Bisnis Kopi

58
Gladys Ariella. (DOKUMEN PRIBADI)
Gladys Ariella. (DOKUMEN PRIBADI)

RADARSEMARANG.ID, MEMILIKI kegemaran menyeruput kopi setiap hari, Gladys Ariella mencoba menyalurkan kecintaannya pada kopi dengan wirausaha. Perempuan yang baru saja menginjak umur 20 tahun pada Oktober lalu ini menamakan brand-nya Saat Teduh. Baginya, filosofi di balik nama itu diharapkan kopinya mampu memberi orang-orang kesegaran dan lebih chill dalam mengawali aktivitas.

“Awalnya karena saya suka kopi dan ngopi itu jadi lifestyle buat sebagian orang, apalagi mahasiswa pasti butuh ngopi untuk menemani di kala mengerjakan tugas. Saya hampir SEtiap hari ngopi, jadi butuh yang praktis untuk dibawa ke manapun,” tutur Gladys kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Gladys – nama sapaannya – mengaku ia gemar berjualan kecil-kecilan sejak bangku SMP dengan menjadi reseller. Sejak tahun lalu, ia memulai usahanya dengan menjual beberapa varian makanan rice box dengan menu makanan khas Indonesia. Tahun ini, ia kembali mencoba menawarkan produk lain, yakni kopi dengan brand Saat Teduh.

“Karena saya bercita-cita punya usaha sendiri, jadi saya beranikan untuk mulai dari sekarang untuk memproduksi apa yang saya sukai, yaitu kopi. Senang sekali rasanya bisa menghasilkan uang di ranah yang kita sukai,” ungkap Gladys.
Selain itu, perempuan 3 bersaudara ini juga memiliki keinginan untuk meringankan beban orang tuanya. Orang tuanya turut mendukung dengan membantu memberikan resep makanan dan memasaknya. Gladys mengungkapkan bahwa kini usahanya masih ditanganinya dan seorang temannya. Belum tersedianya toko offline, membuatnya sedikit terkendala mengingat orang-orang menjadi terbatas kala ingin mendapatkan produknya yang baru bisa didapatkan di drop point¬¬-nya
Di samping berwirausaha, ternyata Gladys seorang dancer. Namun kini ia lebih fokus pada usahanya dan perannya sebagai mahasiswi Hubungan Internasional di FISIP Undip. Meskipun begitu sampai sekarang ia mengaku aktif memberikan les tari privat kepada beberapa anak sekolah.

Dengan niatnya dalam berwirausaha ini, Gladys berharap kepada sesama mahasiswa bahwa sekaranglah waktunya jika ingin memulai sebuah bisnis. “Benar apa kata para entrepreneur bahwa yang pertama itu harus tekun dan konsisten berani berbisnis berarti berani gagal. Karena tidak mungkin mendirikan sebuah usaha tanpa gagal dulu,” ungkap Gladys (mg38/aro)

Silakan beri komentar.