Warga Protes Sampah dan Saluran Air

47
AKRAB - Bupati Batang, Wihaji saat disambut warga Desa Penundan Kecamatan Banyuputih Batang dalam kegiatan Ngudo Roso, Senin (15/10/2018). (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID,BATANG – Kembali mendatangi warganya secara langsung lewat kegiatan Ngudo Roso, kini Bupati Batang Wihaji diprotes masalah sampah dan saluran air di wilayah Kecamatan Banyuputih, di Desa Penundan Senin (15/10/2018).
Protes warga tersebut, terkait tumpukan sampah yang ada di sekitar Pasar Banyuputih. Sampah menggunung sehingga sangat mengganggu kenyamanan warga setempat.

Selain itu warga meminta bantuan pembangunan tempat ibadah. Dan berharap adanya aliran air PDAM ke desanya. “Kalau dari warga kami, selain masalah sampah juga berharap adanya aliran PDAM di sini. Karena kalau musim kemarau panjang seperti ini, airnya sangat kering,” ucap Kepala Desa Penundan Suwignyo.

Selama ini, kata kades warga sering kekurangan air, karena aliran air san sumur sulit. Sehingga berharap PDAM bisa segera masuk ke desa mereka.”Jika disetujui, kami akan segera melengkapi persyaratan jika dibutuhkan segera untuk mengurus hal tersebut,” tandasnya.

Menanggapi hal tersebut Bupati Wihaji cukup geram. Pasalnya permasalahan sampah ini sudah menjadi persoalan lama. Setelah Ngudo Roso ini pihaknya akan segera menindaklanjuti agar permasalahan tersebut dapat segera teratasi.
“Inilah gunanya Ngudo Roso kita bisa tahu permasalahan apa yang sedang terjadi dan bisa mengatasinya dengan cepat,” tandasnya.

Ditambahkan Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Batang, Adi, pihaknya nanti akan berkoordinasi dengan Disperindagkop terkait sampah di Pasar Banyuputih. Ke depan akan ada perubahan sistem pengangkutan sampah. “Sampah tersebut kami koordinasikan dengan Disperindagkop. Besok kami akan tinjau. Nantinya pengambilan sampah akan dipusatkan di beberapa titik di kecamatan-kecamatan. Sehingga prosesnya lebih mudah dan lebih dekat tidak perlu dari yang kota terjun ke sini untuk mengambil sampah,” terang Adi.

Selain ingin tahu masalah rakyatnya, dalam kesempatan ini Pemkab juga memberikan tabungan pelajar dan santunan. Santuan kematian, bantuan kursi roda dan lainnya. Tak hanya itu juga turut diberikan stimulan modal untuk pelaku usaha kecil di Desa Penundan dan sekitarnya. (han/lis)

Silakan beri komentar.