Tiga Pejudi Botoh Pilkades Ditangkap Polisi

77
JUDI BOTOH : Kapolres Magelang, AKBP Hari Purnomo menunjukkan barang bukti dan tiga tersangka judi botoh Pilkades 2018. (Agus Hadianto/Jawa Pos Radar Kedu)

RADARSEMARANG.ID, MUNGKID – Kepolisian Resor Magelang, Minggu (14/10) berhasil membekuk tiga tersangka judi botoh pemilihan kepala desa (pilkades) di Desa Adikarto, Muntilan Kabupaten Magelang. Ketiga tersangka dijerat pasal 303 KUHP dengan ancaman hukuman 10 tahun.

“Ketiganya kami tangkap saat sedang berada di pertigaan Japihan, Muntilan. Penangkapan ketiganya berdasarkan informasi yang masuk ke tim Botoh Pilkades Polres Magelang bahwa ada praktik perjudian. Ketiganya kami tangkap dengan barang bukti satu handphone dan uang tunai Rp 3 juta,” kata Kapolres Magelang, AKBP Hari Purnomo, Senin (15/10) kemarin di mako polres setempat.

Hari menuturkan, ketiga pelaku bukanlah warga asli Muntilan, justru dari luar Muntilan yang memanfaatkan ajang pilkades sebagai judi. Ketiganya yaitu SRN warga Margoyoso Salaman, MTN warga Desa Sriwedari Muntilan, ZNA warga Desa Borobudur Kecamatan Borobudur.

“Untuk MTN bukanlah asli warga Muntilan, cuma tinggal di Muntilan. Peran MTN dan SRN merupakan pencari atau pemasang, sedangkan ZNA adalah bandar,” jelas Hari.

Penangkapan tersangka sebagai komitmen pihaknya untuk memberantas praktik perjudian di wilayah Kabupaten Magelang dan juga untuk menjaga situasi pilkades agar kondusif. Hari menuturkan, pilkades yang diselenggarakan di beberapa wialayah, sering dijadikan perjudian. Untuk itu, pihaknya berkomitmen membentuk Satgas Botoh Pilkades untuk menindak para botohan judi pilkades. “Selain merusak moral bangsa, juga menciderai pesta demokrasi,” tandasnya.

Salah satu tersangka, MTN, 64, yang bekerja sebagai pedagang keliling, mengaku kapok dengan judi botoh yang dilakukannya. MTN mengaku baru pertama kali ikut terjun di judi botoh karena dijanjikan keuntungan sebesar 10 persen dari tiap pemasang.

“Menyesal dan tidak mengulangi lagi, malu Mas. Saya pas ditangkap malah belum dapat pemasang, keburu ditangkap polisi. Biasanya ada yang mau pasang satu juta hingga dua juta,” bebernya. (had/lis)

Silakan beri komentar.