Wihaji Gerilya Ajak Wajib Belajar 2 Jam

34
GERAKAN MATIKAN HP- Mendatangi rapat komite di SDN Proyonanggan 05 Batang, Bupati Wihaji ajak wali murid sukseskan gerakan matikan TV dan HP di jam belajar. (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID,BATANG – Prihatin dengan mental generasi muda yang gampang terpengaruh negatif dunia maya, Bupati Batang Wihaji lakukan aksi gerilya ke sekolah – sekolah untuk menggelorakan gerakan matikan handphone dan televisi pada jam belajar, pada pukul 18.00 -20.00 WIB.

Selama dua jam tersebut para pelajar di Batang diharapkan mengisi waktu dengan gerakan jam belajar, minimal komunikasi dan berinteraksi dengan keluarga dan orang tua.

Aksi sasaran pertama orang nomor satu di Batang ini kegiatan rapat Komite SDN Proyonanggan 05 Batang yang dihadiri puluhan wali murid, pada Selasa (9/10/2018).
Bupati meminta wali murid bentuk paguyuban kelas, hal ini dimaksud untuk saling koordinasi dan komunikasi antara wali murid, komite dan sekolah sehingga tahu perkembangan anak didiknya.

Diungkapkan Wihaji, gerakan matikan HP dan TV tersebut sebenarnya telah dicanangkan secara resmi pada 29 Agustus 2018 bertempat di Kecamatan Reban.
Namun kurangnya sosialisasi, sehingga masyarakat belum mengindahkan hal tersebut. Pencanangan gerakan tersebut merujuk pada Peraturan Daerah No 3 Tahun 2013, tentang Pengelolaan Pendidikan di Kabupaten Batang.

“Saya minta dukungannya kepada seluruh orang tua agar gerakan ini bisa berjalan, sehingga kesempatan anak untuk belajar dan berinteraksi dengan keluarga dapat terlaksana,” ujar Wihaji di hadapan wali murid saat rapat komite.
Ia juga mengatakan menciptakan generasi yang memiliki karakter dan budi pekerti tidak bisa dilakukan oleh pihak sekolah saja, tapi harus ada peran dan komitem dukungan orang tua lingkungan serta masyarakat.

“Kalau ada dukungan dan komitmen bersama, saya yakin karakter anak akan terbentuk dengan baik,” tandas Wihaji. (han/lis)

Silakan beri komentar.