Pendatang Baru Siap Berebut Kursi di Pemilu

75
PEMBEKALAN : Partai Garuda mengadakan pembekalan bagi para calegnya di Plaza Hotel Semarang, kemarin. (Alfiati Tsalatsati/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.ID,SEMARANG – Sebanyak 216 calon legislatif (caleg) kabupaten/kota dan DPRD Provinsi Jateng dari Partai Gerakan Perubahan Indonesia (Garuda) mengikuti pembekalan di Plaza Hotel Semarang. Partai berlogo burung berwarna emas dengan latar merah ini terus menggembleng kader-kadernya yang militan.

“Sebanyak 216 caleg dari kabupaten/kota dan provinsi berkumpul untuk mendengarkan, arah dan strategi Partai Garuda ke depan. Ini awal mula kebangkitan dan bergeraknya caleg di masing-masing dapil,” ungkap Sekretaris Jenderal Partai Garuda, Abdullah Mansuri, kemarin.

Dikatakan Abdullah, ini merupakan konsolidasi berkelanjutan setelah sebelumnya telah beberapa kali dilakukan konsolidasi. “Ditargetkan 1 dapil mendapat satu kursi, baik kabupaten/kota, provinsi dan RI. Ini memantapkan teman-teman kader, termasuk caleg untuk berjuang bersama-sama merebut hati rakyat,” katanya.

Pesta demokrasi 2019 merupakan pertaruhan partai baru ini untuk bisa bertarung melawan partai-partai besar. Hal ini tentu saja menjadi tantangan bagi kader Partai Garuda yang notabene masih baru.

Ia mengakui, partai baru masih sulit dimengerti oleh pemilih. Tetapi pihaknya bertekad memunculkan perubahan lebih baik melalui tokoh-tokoh baru, tokoh daerah yang lahir dan dibesarkan oleh rakyat.

“Saya perintahkan semua caleg untuk turun ke bawah, bergerilya, tinggal di rumah warga menyelesaikan persoalan-persoalan rakyat yang dihadapi saat ini,” terangnya.

Menurutnya, strategi Partai Garuda berbeda dan tidak digunakan partai lain. Partai Garuda juga tidak melakukan kampanye mainstream, seperti perhelatan melalui panggung hiburan seperti dangdutan, dan lain-lain.

Sementara menjelasng Pilpres 2019, Abdullah menegaskan sikap partainya tidak berpihak kepada salah satu kandidat calon presiden alias netral.

Sementara Ketua DPD Partai Garuda Jateng Rahayu Senjayawati mengatakan, saat ini di Jateng telah terbentuk di 33 kabupaten/kota. Dari jumlah tersebut, ada dua kabupaten yang sejak awal tidak ikut verifikasi. Sementara untuk caleg, ada tiga kabupaten yang tidak terpenuhi.

“Karena aturan waktu sangat singkat, ada beberapa caleg yang gugur. Kendalanya memang waktu yang diberikan oleh KPU sangat singkat dan berubah-ubah,” pungkasnya. (tsa/lis)

Silakan beri komentar.