Bawaslu Dorong Pramuka jadi Pengawas Partisipatif

46
BINTEK: Bimbingan teknis pengawasan partisipatif yang diadakan Bawaslu Kabupaten Magelang di rumah makan Progosari, Srowol, Mungkid, Magelang. (Bawaslu for JP Radar Kedu).

RADARSEMARANG.ID,MUNGKID –Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Magelang mengajak pramuka untuk menjadi pengawas partisipatif guna menciptakan pemilu damai, bermartabat, dan berintegritas.

Ketua Bawaslu Kabupaten Magelang, Habib Shaleh, di sela-sela bimbingan teknis pengawasan partisipatif kepada masyarakat dan pramuka di rumah makan Progosari, Srowol, Mungkid, Kabupaten Magelang, Sabtu (6/10/2018), mengatakan, pihaknya memang sengaja melibatkan pramuka dalam pengawasan partisipatif.

Hal ini dikarenakan, pramuka adalah salah satu lembaga atau institusi yang berperan sangat besar pada bidang pendidikan. “Terkadang orang-orang sering lupa, bahwa pramuka adalah suatu gerakan yang sangat positif dalam mendidik generasi muda. Dan kami dari Bawaslu Kabupaten Magelang sendiri menginginkan gerakan pramuka itu tetap aktif,” kata Habib.

Habib menyebutkan, pada Pemilu 2019 akan diikuti oleh 16 partai, sedangkan jumlah caleg yang ada di tingkat Kabupaten sebanyak 465. Caleg di tingkat DPR RI ada 107, dan DPD ada 32. Sedangkan di tingkat provinsi ada 97, ditambah dua pasang calon presiden dan wakil presiden.

“Jadi jumlah tersebut sangat banyak. Kalau pemilu ini dilakukan secara serentak, bisa dibayangkan di lingkungan kita akan penuh dengan APK,” beber Habib.
Pihaknya akan melakukan pengawasan secara ketat terkait pemasangan APK, sesuai dengan aturan yang berlaku. Salah satunya, menurut Habib, melibatkan seluruh masyarakat serta pramuka dalam pengawasan tersebut.

“Jangan sampai nantinya lingkungan kita menjadi hutan APK para calon. Maka kami dari Bawaslu sudah menyiapkan seperangkat aturan terkait pemasangan APK tersebut. Tetapi alangkah baiknya apabila kami juga melibatkan seluruh elemen masyarakat untuk ikut berpartisipasi dalam pengawasan tersebut, sebagai mata dan telinga kami,” imbuhnya.

Sementara, Kordiv Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kabupaten Magelang, Sumarni Aini Chabibah, menuturkan kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari deklarasi pemilu damai yang telah dilaksanakan beberapa waktu yang lalu.

“Tentunya kegiatan ini juga sebagai upaya untuk merekrut agen-agen pengawas pemilu damai, salah satunya seperti gerakan pramuka ini. Karena dalam gerakan pramuka ini juga diajarkan mengenai cinta tanah air. Mereka juga belum terkontaminasi, karena besok merupakan kesempatan pertama bagi mereka untuk memilih, sebagai pemilih pemula,” tandas Aini.

Silakan beri komentar.