Permintaan Kaca Film Tinggi, Meski Dollar Naik

140
TAWARKAN PRODUK : Owner 3M Semarang Reza Kaca Film, Gita Saputri (kiri) menawarkan produk andalan dari 3M kepada konsumen. (den@radarsemarang.com)
TAWARKAN PRODUK : Owner 3M Semarang Reza Kaca Film, Gita Saputri (kiri) menawarkan produk andalan dari 3M kepada konsumen. (den@radarsemarang.com)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG – Permintaan kaca film di Kota Semarang ternyata tidak terpengaruh dengan turunnya nilai tukar Rupiah terhadap Dollar. Meski membuat produk import mengalami kenaikan harga yang cukup tinggi. Termasuk produk aksesoris otomotif yakni kaca film premium asal Amerika 3M yang naik 10 persen sejak nilai tukar mata uang melejit.

“Dollar naik, harga kaca film import juga mengalami kenaikan. Namun tidak mengurangi animo ataupun menurunkan daya beli masyarakat,” kata
Manager 3M Semarang Reza Kaca Film, Lia Larasati.

Permintaan kaca film premiun sendiri, lanjut dia, mayoritas berasal dari kalangan menengah ke atas. Sehingga tidak begitu terdampak dengan kenaikan harga yang menyesuaikan nilai kurs rupiah terhadap dollar.

“Permintaan pasar terhadap produk kami tidak terpengaruh dengan naiknya kurs dollar, karena pangsa pasar yang kami sasar adalah pasar menengah ke atas,” katanya saat ditemui di kantor 3M Semarang Reza Kaca Film yang terletak di Jalan Noroyono Semarang.

Wanita yang akrab disapa Laras ini mengaku, produk dari 3M menjadi produk yang paling diminati oleh pencinta otomotif di Semarang. Pasalnya terdapat empat jenis kaca film yang ditawarkan, yakni Black Beauty, Night Hawk, Black Chrome, dan yang terbaru adalah 3M Crystalline yang mempunyai tingkat kegelapan 60 persen.

“Masyarakat lebih condong dan sadar dengan fungsi dari kaca film, mulai dari mencegah masuknya sinar UV, reduce pantulan cahaya, hingga melindungi pengendara dari pecahan kaca saat terjadi kecelakaan,” tuturnya.

Reza Kaca Film sendiri, adalah salah satu diler resmi 3M yang ada di Semarang. Meski begitu ia tidak menampik jika masyarakat banyak yang tertipu dengan produk 3M abal-abal alias KW yang dibanderol dengan harga yang cukup murah dibandingkan di diler resmi. Karena dari segi keamanan, dan kualitas tentu berbeda jauh dengan produk 3M yang asli. “Untuk kisaran harga, dibanderol sekitar Rp 2 jutaan sampai 5 Rp jutaan,” tambah Owner 3M Semarang Reza Kaca Film, Gita Saputri.

Gita menerangkan, turunnya kurs rupiah tidak banyak mempengaruhi permintaan kaca film di diler miliknya. Dalam sehari, Gita mengaku bisa memasang sekitar 7 mobil itu pun khusus produk 3M. “Tidak ada pengaruhnya, permintaan pasar kami masih besar khusus untuk produk 3M,” tambahnya.

Sebagai diler yang resmi ditunjuk 3M di Semarang oleh PT Eurokars Tirta Utama sebagai pemegang 3M indonesia, pihaknya memberikan promo khusus yakni diskon hingga 50 persen mulai Oktober hingga Desember mendatang.

“Produk andalan kami adalah 3M Crystalline yang mempunyai tingkat kegelapan 60 persen karena yang diperkenalkan belum lama ini,” tutupnya.(den/ap)

Silakan beri komentar.