Open Source Jawaban Lisensi Software Kurang Adil dan Kapitalistik

198

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG- Software Open Source di Indonesia memungkinkan penggunaan software legal tanpa biaya lisensi. Keuntungan menggunakan teknologi ini adalah kemandirian, tidak ada ketergantungan, paksaan, maupun kepasrahan karena tidak memiliki pilihan.

“Software berbasis Open Source memberikan kebebasan, pilihan, kejujuran, kemerdekaan, tanpa ada ketergantungan terhadap vendor. Implementasi software berbasiskan Open Source, telah menjadi solusi alternatif di banyak infrastruktur Teknologi Informasi (TI) dan memberikan keuntungan lebih baik,” papar CEO PT Equnix Business Solutions, Julyanto Sutandang, rabu (12/9), usai workshop Sosialisasi Bisnis Berbasiskan Teknologi Informasi Menggunakan Software Open Source, di Kampus Politeknik Negeri Semarang (Polines) dan Universitas Katholik Soegijapranata Semarang.

Software Open Source adalah jawaban dari ketimpangan sistem lisensi software yang cenderung kurang adil dan bersifat kapitalistik. Ke depannya, lanjut Julyanto, Open Source bakal semakin tersebar merata ke seluruh sudut kehidupan manusia. Semakin kuat berkembang, dan menyeimbangkan industri software dan TI.

“Agar tercipta pemerataan akses informasi, kesempatan, dan pada akhirnya kesejahteraan seluruh umat manusia”.
Menurut Julyanto, pihaknya menginisiasi kampanye edukasi berbasis IT ini dalam rangka mendukung usaha Pemerintah dalam menciptakan 1000 Technopreneur di tahun 2020. Selain dua kampus tersebut, perguruan tinggi lainnya yang disambangi adalah Universitas Diponegoro. Roadshow juga berlangsung di Malang, Surabaya, Kediri. Menyasar para mahasiswa yang menekuni Teknologi Informasi (TI), seperti dari prodi Teknik Komputer atau Teknik Informatika.

“Indonesia butuh lebih banyak sarjana yang bersedia melakukan riset secara mendalam dan mengembangkan software Open Source, sehingga mampu mandiri dalam hal solusi dan sumber daya TI. Apalagi, kebutuhan tenaga kerja di bidang TI di Indonesia, diperkirakan tetap tinggi seiring bertumbuhnya perusahaan rintisan (startup) teknologi dan e-commerce,” jelasnya.

Software berbasis Open Source, menjadi solusi alternatif menarik dibandingkan software komersial berlisensi. Ketua Program Studi Teknik Informatika, Politeknik Negeri Semarang, Sukamto memberi apresiasi atas langkah pembelajaran tersebut.

“Edukasi Open Source dari PT Equnix Business Solutions akan menambah pengetahuan dan ketrampilan tentang keunggulan software Open Source di dunia bisnis. Sekaligus, memberi gambaran alternatif bisnis yang dapat dikembangkan oleh para lulusan TI,” ungkapnya. (fiq/ap)

Silakan beri komentar.