Terboyo Resmi Ditutup, Penumpang Telantar

321
SIAP DIPUGAR : Terminal Terboyo resmi ditutup Dishub Kota Semarang untuk dipugar dan dibangun kembali sebagai terminal barang Kota Semarang. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
SIAP DIPUGAR : Terminal Terboyo resmi ditutup Dishub Kota Semarang untuk dipugar dan dibangun kembali sebagai terminal barang Kota Semarang. (ADITYO DWI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG-Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melalui Dinas Perhubungan, resmi menutup Terminal Terboyo sebagai terminal penumpang, Sabtu (1/9) kemarin. Namun kondisi tersebut menyebabkan banyak calon penumpang telantar. Banyak dari mereka yang tidak tahu bahwa terminal tersebut sudah tidak dioperasikan untuk direnovasi dan diubah fungsinya menjadi terminal parkir angkutan barang.

Pantauan Jawa Pos Radar Semarang di lokasi, terlihat sejumlah calon penumpang masih menunggu angkutan dan bus-bus di dalam area terminal. Mereka baru meninggalkan terminal ketika sejumlah petugas dari agen tiket terlihat menyarankan para calon penumpang untuk menunggu di pinggir Jalan Raya Kaligawe. Pasalnya, baik bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) maupun Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) hingga angkutan umum tidak diperbolehkan lagi masuk ke dalam terminal.

“Saya nggak tahu (Terminal tutup, red). Tadi, di dalam terminal diberitahu suruh menunggu di pinggir jalan. Soalnya busnya nggak masuk terminal,” ungkap Munawaroh, calon penumpang asal Demak.

Calon penumpang lainnya, mahasiswa Universitas Islam Sultan Agung (Unissula) Siswo, 21, lebih beruntung. Pasalnya ojek yang ditumpanginya untuk ke Terboyo belum pergi jauh. Ia mengaku tidak tahu soal penutupan terminal. Padahal ia berencana pulang ke Pati.

Tak sedikit dari penumpang tersebut yang membawa barang-barang mulai dari kardus yang terisi penuh hingga tas punggung berukuran besar. Beberapa di antara mereka merupakan calon penumpang bus AKAP. Kebanyakan dari mereka baru keluar dari area terminal dan tampak kebingungan mencari bus. “Saya datang kesini (Terminal Terboyo) jam 11 siang. Itu sudah lumayan banyak (penumpang) yang kecelik,” ujar salah satu petugas agen, Joko.

Salah satu sopir bus AKDP tujuan Jepara, Sulkan menyebutkan bahwa pemerintah cenderung memaksakan penutupan terminal. Bahkan, pemerintah seolah tidak memikirkan dampak telantarnya para calon penumpang yang terlanjur datang ke Terminal Terboyo.

“Saya mau saja dipindah ke Terminal Mangkang, nyatanya masih banyak penumpang yang kecelik dan datang kesini (Terminal Terboyo). Untung saja, saya sempat berhenti dan ambil penumpang disini. Kalau ke Mangkang, jarak tempuhnya tambah, termasuk ongkosnya,” tegas Sulkan.

Selain Sulkan, awak bus jurusan Surabaya, Suhadi yang kala itu sedang menaikkan penumpang dari pinggir jalan tampak kecewa dengan keputusan Pemkot Semarang. Menurutnya, yang dilakukan pemerintah menambah berat beban pekerjaannya. Kini ia harus berlarian menggiring peumpang ke pinggir jalan dengan risiko tinggi.

“Ya ini, saya lari-larian, teriak mana yang mau ke Surabaya. Kasihan juga kalau ada yang tidak dengar terus ketinggalan bus. Berat juga kalau harus ke Penggaron, memakan waktu,” ringkasnya seraya menutup pintu bus.

Terpisah, di dalam terminal tampak sejumlah PKL masih membuka lapaknya dan menjual sejumlah panganan khas Semarang. Tak sedikit pula, warung makan yang masih buka dan terdapat sejumlah petugas agen yang tengah beristirahat. Tak sedikit dari mereka yang gusar akan penutupan tersebut. Mereka meminta pemerintah segera mengevaluasi kebijakannya.

Silakan beri komentar.