Rumah Tropis Modern Bergaya Jepang

178
TAMPAK DEPAN : Perpaduan bahan Concrete Wood dengan bahan material rumah pada umumnya yang terletak pada garasi dan bagian eksterior rumah. (TRIAWANDA TIRTA ADITYA/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TAMPAK DEPAN : Perpaduan bahan Concrete Wood dengan bahan material rumah pada umumnya yang terletak pada garasi dan bagian eksterior rumah. (TRIAWANDA TIRTA ADITYA/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RUANG KELUARGA : Penggunaan material Concrete Wood pada dinding rumah dan sejumlah furniture. (TRIAWANDA TIRTA ADITYA/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RUANG KELUARGA : Penggunaan material Concrete Wood pada dinding rumah dan sejumlah furniture. (TRIAWANDA TIRTA ADITYA/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID – RUMAH Bertipe Akasa yang memadukan konsep arsitektur rumah modern dengan iklim tropisnya yang dikombinasikan dengan arsitektur rumah ciri khas di Jepang saat ini banyak diminati oleh masyarakat.

Salah satunya rumah bertipe Akasa yang terdapat di Naraya Residence BSB City. Rumah dengan luas bangunan 130 meter ini memiliki arsitektur yang terbilang unik di bagian interior dan eksteriornya, karena arsitekturnya telah memadukan bahan material pengganti kayu dengan konsep arsitektur rumah modern pada umumnya. Alhasil rumah Akasa ini mampu memberikan nuansa yang sejuk di tengah iklim topis Indonesia.

Terdapat dua jenis kayu yang digunakan dalam arsitektur rumah Akasa, yakni concrete wood untuk dinding rumah dan vynil kayu untuk lantainya. Selain untuk menciptakan kesan warm dalam rumah, pemilihan material kayu itu juga sekaligus menjadi jawaban dari isu-isu pelestarian alam yang marak ditemui di Indonesia.

Arsitektur Naraya Residence, Yonatan Gayus Wiciaputra menjelaskan bahwa ciri khas arsitektur rumah Akasa bisa dilihat dari bentuk dan penyikapan bangunan yang merespons sifat iklim tropis di Indonesia. Sedangkan arsitektur Jepang-nya bisa dilihat dari konsep sederhana melalui penataan layout denah rumah bagian luar maupun bagian dalam.

“Bahan kayu yang digunakan sebetulnya bukanlah kayu asli, namun material pengganti yang texturenya mirip dengan kayu pada umumnya. Bahan pengganti kayu ini bisa menciptakan kesan alami di interior dan eksterior rumah, selain itu bahan ini perawatanya mudah dan juga anti rayap,” ucap Gayus.

Selain itu, pemakaian concrete wood dan vynil kayu tidak hanya ditempatkan pada ruang keluarga dan ruang tamu, tapi juga diterapkan pada seluruh kamar tidur yang berada di lantai 1 dan lantai 2.

Kesan berbeda dirasakan penghuni rumah ketika menginjak lantai kayu yang berada di kamar tidur, karena bahan kayu membuat nuansa kamar menjadi semakin sejuk dan alami seperti sedang berada di dalam rumah yang terletak di tengah hutan. (cr2/bas)

Silakan beri komentar.