Undip Dorong Sepakung Jadi Desa Wisata Alam

337
MINA PADI: Pelepasan bibit ikan oleh Ketua Tim Pengabdian KKN Undip Suryanti, Sekpus P2KKN Fahmi Arifan, bersama warga dan mahasiswa KKN. (ISTIMEWA)
MINA PADI: Pelepasan bibit ikan oleh Ketua Tim Pengabdian KKN Undip Suryanti, Sekpus P2KKN Fahmi Arifan, bersama warga dan mahasiswa KKN. (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.COM, BANYUBIRU – Desa Sepakung, Kecamatan Banyubiru, Kabupaten Semarang memiliki banyak potensi sumber daya alam. Potensi itulah yang coba dikembangkan oleh Tim KKN Pengabdian Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Tematik Universitas Diponegoro (Undip) di bawah bimbingan dosen Dr Ir Suryanti MPi menjadi daya tarik wisata agropolitan. Suryanti bersama para mahasiswa mengombinasikan pertanian dengan budidaya ikan atau mina padi.

Suryanti menjelaskan, pembuatan mina padi ini dikembangkan di Dusun Bungkah yang memiliki sumber mata air yang dimanfaatkan warga sebagai sumber perairan areal persawahan dan kebutuhan warga sehari-hari. “Selain untuk meningkatkan hasil panen berupa padi dan ikan, sistem ini juga bermanfaat untuk menambah nilai estetika desa sebagai desa pariwisata,” jelas dosen yang aktif bergerak di bidang lingkungan ini.

Selain itu, Suryanti bersama dosen pembimbing lapangan (DPL) lainnya, yakni Dr Ir Suzanna Ratih Sari MM MA dan Dr Drs Imam Setiono MSi, serta para mahasiswa juga memoles potensi lainnya di desa ini menjadi produk unggulan daerah. Yakni, dengan memberdayakan ibu-ibu setempat menciptakan makanan khas keripik daun pegagan yang bahan bakunya melimpah di Desa Sepakung. Produk kuliner lainnya adalah gula aren yang dipoles menjadi grubi. Harapannya, oleh-oleh khas ini bisa meningkatkan pendapatan warga setempat. Program PPM ini  dibiayai oleh Kemenristek Dikti.

“Kami juga memberikan pelatihan menentukan harga pokok produksi, strategi pemasaran produk, memberikan inovasi packaging produk grubi, menguji analisis gizi produk grubi, dan memberikan modul yang berisi resep setiap produk,” tambah Ilham, Koordinator Tim KKN Desa Sepakung.

Produk-produk tersebut nantinya dijual di rumah warga yang ditunjuk serta dipasarkan lewat media wiralaba online di bawah naungan BUMDes. Tak hanya itu, para mahasiswa KKN juga memanfaatkan limbah hewan ternak di desa ini menjadi pupuk cair organik. “Semoga apa yang sudah dilakukan masyarakat bersama Tim KKN Undip ini dapat terus berlanjut, sehingga ke depannya Desa Sepakung bisa menjadi tujuan wisata alam unggulan. Tentunya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat,” harap Suryanti. (bis/aro)