Properti Lesu, Pasar Springbed Stagnan

163
PAMERAN : Pasar springbed yang saat ini stagnan akibat lesunya pasar properti, berusaha mendongkrak pasar dengan cara menggelar berbagai event pameran. (NURUL PRATIDINA/JAWAPOS RADAR SEMARANG)
PAMERAN : Pasar springbed yang saat ini stagnan akibat lesunya pasar properti, berusaha mendongkrak pasar dengan cara menggelar berbagai event pameran. (NURUL PRATIDINA/JAWAPOS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.ID, SEMARANG–Lesunya pasar properti berdampak cukup signifikan pada sektor pendukung. Di antaranya pasar springbed yang belakangan tumbuh stagnan.

Pemilik Rumah Kita Springbed & Furniture, Jimmy Jati Utomo mengatakan, sejak awal 2016 lalu pasar springbed tidak semeriah di tahun-tahun sebelumnya. Hal ini terlihat dari pameran sebelum tahun 2016, target selalu bisa terlampau. Sedangkan setelahnya, pameran hanya mencapai sekitar 85 persen dari target.

“Informasi dari sejumlah supplier memang mengalami penurunan sekitar 5 persen. Sedangkan Rumah Kita sendiri tidak menurun, namun stagnan. Penurunan kami antisipasi dengan mengadakan berbagai kegiatan,” ujarnya di sela pembukaan Pameran Springbed dan Furniture di Mal Ciputra, kemarin.

Penurunan terbesar, lanjutnya, justru dialami oleh kelas menengah ke bawah. Yaitu springbed dengan harga jual di bawah Rp 2 juta. Sedangkan untuk kelas menengah dan premium, pasar masih tergolong stabil.

“Kalau yang di atas Rp 3 juta hingga Rp 10 juta ke atas, justru masih bagus pasarnya. Kalau yang di bawah mungkin melihat kondisi ekonomi juga, kebutuhan springbed banyak dialihkan ke keperluan lain,” ujarnya.

Jimmy juga tidak menampik, jika lesunya pasar properti cukup memengaruhi kondisi pasar springbed. Karena sebagian besar konsumen merupakan end user. “Biasanya untuk mengisi rumah baru atau apartemen. Jika pasar properti lesu, tentu juga kami terpengaruh,” ujarnya.

Untuk meningkatkan penjualan, lanjutnya, berbagai program digelar. Salah satunya melalui pameran yang berlangsung hingga tanggal 28 mendatang. “Pameran kali ini diikuti oleh 13 peserta. Sepuluh springbed, tiga produk pendukung,” ujarnya. (dna/ida)