PD BKK Dempet Raih Penghargaan Top BUMD 2018

607
TERIMA PENGHARGAAN: Direktur Utama PD BKK Dempet, Moh Syafi’i, SE, MM saat menerima penghargaan Top BUMD 2018 di Jakarta. Bawah: Direktur Utama PD BKK Dempet, Moh Syafi’i, SE, MM menunjukkan piala penghargaan Top BUMD 2018 yang berhasil diraih. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TERIMA PENGHARGAAN: Direktur Utama PD BKK Dempet, Moh Syafi’i, SE, MM saat menerima penghargaan Top BUMD 2018 di Jakarta. Bawah: Direktur Utama PD BKK Dempet, Moh Syafi’i, SE, MM menunjukkan piala penghargaan Top BUMD 2018 yang berhasil diraih. (WAHIB PRIBADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, DEMAK – Perusahaan Daerah Badan Kredit Kecamatan (PD BKK) Dempet terus berkembang pesat. Bahkan, dari hasil inovasi yang dilakukan, PD BKK Dempet pada 3 Mei 2018 lalu berhasil meraih penghargaan bergengsi tingkat nasional.

Yaitu, Top BUMD 2018 dengan kategori Top BPR Bidang Pemberantasan Rentenir. PD BKK Dempet dinilai berhasil mengatasi dan mencegah praktik lintah darat (rentenir) yang selama ini mencekik pedagang kecil dipasar pasar tradisional.

Direktur Utama PD BKK Dempet, Moh Syafi’i, SE, MM mengatakan,  keberhasilan itu tidak lepas dari program skim kredit yang menarik dan mudah diakses nasabah. Untuk skim kredit UMKM misalnya, suku bunganya hanya 0,625 persen dengan plafon pinjaman Rp 10 juta.

Kemudian, program Kredit Mikro BKK (KMB) Gubernur Jateng dengan plafon pinjaman Rp 25 juta  suku bunganya hanya 0,75 persen perbulan. Dengan stretegi itu, masyarakat bawah, utamanya para pedagang kecil dipasar yang selama ini menjadi sasatan rentenir bisa ditolong. “Pinjaman mudah dan cepat cair. Dengan begitu, banyak pedagang pasar yang akhirnya mengakses pinjaman ke PD BKK Dempet. Sedangkan, rentenir makin tersingkir,” ujarnya.

Dari sisi usaha, dari tahun ke tahun juga terus membukukan kinerja bisnis dan keuangan  yang terus meningkat. Pada 2017, kredit yang berhasil tersalurkan mencapai Rp 105,9 miliar dan hingga Juni 2018 kredit yang terealisasi mencapai 110,9 miliar.

Dari kegiatan usaha yang dijalankan pada 2017, perusahaan bisa meraih laba sebelum pajak sebesar Rp7,2 miliar dan hingga Juni 2018 laba terealisasi Rp 3,4 miliar. Adapun aset hingga Juni 2018 mencapai Rp 152 miliar serta kontribusi deviden Rp 1,94 miliar untuk Kabupaten Demak dan Rp 1,09 miliar untuk deviden Provinsi Jateng. “Dengan kinerja yang terus meningkat ini, membuktikan  minat masyarakat dalam menabung serta menggunakan serapan modal usaha juga meningkat,” katanya.

Dari usaha yang berkembang ini, kini sudah  ada tujuh kantor cabang yang menjadi kegiatan usaha PD BKK Dempet. Yaitu, Kantor Pusat Operasional (KPO) Dempet di Kota Demak, Kantor Cabang Dempet Kota, Kantor Cabang Bonang, Kantor Cabang Guntur, Kantor Cabang Karanganyar, Kantor Cabang Kebonagung dan Kantor Cabang Semarang. Khusus Kantor Cabang Semarang yang berada di Jalan Tanjung Nomor 12 Semarang (depan Stasiun Poncol),  diharapkan dapat memfasilitasi pinjaman kepada masyarakat Demak yang mempunyai usaha di Kota Semarang. “Orang Demak di Semarang banyak. Mereka menjadi target pasar kami kedepan. Awal September kita targetkan sudah bisa operasional,” ujar Syafi’i, kemarin.

Menurutnya, Kantor Cabang Semarang PD BKK Dempet  itu menjadi embrio operasional PT BPR BKK Jawa Tengah (Jateng) pada saatnya nanti. PT BPR BKK Jateng adalah kompilasi atau hasil konsolidasi  dari 29 BKK se Jateng. Ini sesuai dengan Perda Nomor 4 Tahun 2017 tentang PT BPR BKK Jateng. (hib/adv/bas)