Antrean Pemohon KIA Capai 16 Ribu Anak

402

Pemohon kami sekarang yang menunggu antrean sudah 16 ribuan (anak). Mesin cetak kami kemampuannya hanya mencetak 400 KIA sehari. Jadi, ini bisa panjang sekali.

Adi Tri Hananto
Kepala Dispendukcapil Kota Semarang

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA) di Kota Semarang berjalan lamban. Pasalnya, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) terkendala minimnya kemampuan mesin cetak yang ada. Saat ini, kemampuan mesin cetak yang dimiliki Dispendukcapil hanya mampu mencetak 400 KIA per hari.

Kepala Dispendukcapil Kota Semarang, Adi Tri Hananto, mengatakan, hingga saat ini antrean pembuatan KIA mencapai 16 ribuan pemohon. Menurutnya, jumlah total KIA saat ini fluktuatif, bahkan cenderung berkurang kapasitasnya.

“Pemohon kami sekarang yang menunggu antrean sudah 16 ribuan (anak). Mesin cetak kami kemampuannya hanya mencetak 400 KIA sehari. Jadi, ini bisa panjang sekali,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Adi menjelaskan, pihaknya akan melakukan upaya untuk menambah jumlah mesin cetak yang dimiliki supaya proses pembuatan KIA lebih cepat. Kendati demikian, pihaknya belum bisa memastikan asal anggarannya.

“Kami akan berupaya untuk melakukan penambahan mesin  cetak. Kalau anggaran nanti tidak ada, mungkin nanti saya akan cari-cari kemana lah,” katanya.

Dikatakan, sedikitnya ada 400 ribu anak usia di bawah 17 tahun di Kota Semarang yang wajib memiliki KIA sesuai program Pemerintah Pusat 2017 lalu. Saat ibni, baru 3 -4 persen anak Kota Semarang yang sudah memiliki KIA dari total anak yang harus memiliki kartu ini.

“Saya kira kemampuan cetak kami butuh pembenahan, justru problemnya di kami, karena kami harus menyelesaikan yang 16 ribu. Itu saja butuh waktu sebulan untuk menyelesaikannya,” tuturnya.

Adi menambahkan, selain penambahan jumlah mesin cetak, untuk memudahkan dan mempercepat proses, pihaknya juga membuka layanan pengaduan untuk masyarakat pemohon KIA ataupun surat kependudukan di Kota Semarang melalui call center atau via WhatsApp.

“Saya buka layanan WA di 085641604903. Di situ bisa ditanyakan apa saja, termasuk untuk KIA. Misalnya, Surket (Surat Keterangan) di warga, saya sudah sekian tahun kok nggak jadi-jadi,” bebernya.

Adanya layanan call center atau via WA tersebut, lanjut Adi, pihaknya berharap nantinya tidak akan ada antrean panjang di kecamatan maupun Kantor Dispendukcapil karena sudah dilayani via call center dan WA. “Nanti akan kami respons bagaimana masing-masing persoalannya (pemohon),” imbuh Adi.

KIA, lanjut Adi, penting dimiliki oleh anak di bawah usia 17 tahun. Sebab, kartu tersebut akan sering digunakan untuk keperluan mulai dari sekolah, menabung di bank hingga membeli tiket transportasi untuk bepergian baik bersama orangtuanya maupun tidak.

“Sekarang, ini mobilitas anak kita sudah tidak seperti dulu lagi. Sekarang anak kelas 5 atau 6 SD, bisa naik pesawat, ke rumah eyangnya, ke rumah saudaranya dan aktivitas lain. Kalau dulu ikut orangtuanya, lha kalau sekarang sudah nggak. Bisa untuk pesan tiket pesawat, tiket kapal, maupun membuka rekening bank,” tandasnya. (tsa/aro)