Melatih Keterampilan Berbicara melalui Kultum

382
Oleh: Dra Jemiyem
Oleh: Dra Jemiyem

RADARSEMARANG.COM – MELATIH keterampilan berbicara  siswa madrasah  dapat dilakukan dengan melalui kultum (kuliah tujuh menit). Kultum adalah penyampaian ajaran keagamaan yang dibatasi oleh pendeknya waktu. Kultum kemudian disebut dengan ceramah singkat hanya membahas sedikit   hal  dari problematik  agama. Atau sekadar mengingatkan saja agar orang tidak lalai pada masalah agama atau masalah – masalah yang bersifat baik.

Tidak mudah siswa  untuk melakukan kultum. Mereka  membutuhkan pemaknaan dan strategi yang baik agar penampilan bisa  tenang,  sehingga pesan singkat dapat   diterima oleh pendengar. Kultum di sekolah  adalah  ajang  pembelajaran untuk   kepentingan pendidikan. Hal ini sangat diperbolehkan bagi siswa. Karena dengan belajar  kultum  terlebih dahulu dari waktu yang singkat, apabila sudah terbiasa akan bisa berpidato/ceramah dengan waktu relatif  lama.

Kultum  tidak bisa dianggap sepele, karena kerapkali hanya diminta berbicara singkat, siswa mengalami gangguan psikis mendalam/ demam panggung. Kultum  harus dilakukan berkali – kali supaya menjadi   terbiasa  dan tIdak terjadi demam panggung.

Materi Bahasa  Indonesia kelas  IX  di antaranya  berpidato, ceramah dan khotbah. Guru menerangkan cara berbicara di depan umum  dengan baik dan benar.  Setelah selesai pelajaran, siswa diberi tugas  untuk membuat naskah  dan  menghafalkannya. Siswa disuruh memilih berpidato, khotbah atau ceramah.  Siswa diberi  waktu  2 minggu  untuk  membuat   naskah dan menghafalkannya. Guru mengatakan  siswa  tampil  terlebih dulu akan mendapat  nilai tambah.

Biasanya,  sebagian besar siswa apabila disuruh berbicara di depan  umum banyak yang mengalami demam panggung. Nah, cara mengatasi demam panggung, pertama,  sebelum tampil harus menenangkan diri. Kedua,  percaya diri bahwa kita pasti bisa.  Jika masih sulit, maka harus mengatakan kita paling baik, paling hebat, paling pintar. Ketiga,  latihan keterampilan, harus sering latihan berbicara keras di depan cermin, berdiri di sudut ruangan agar memantulkan suara, dan mendengar suara kita sendiri.  Berlatih di depan teman –teman.

Keempat,  memilih topik sesuai pengetahuan  agar mudah untuk mengembangkan pikiran sendiri. Kelima,  membuat catatan kecil dengan secarik kertas  untuk  mencatat  bagian yang penting. Keenam, untuk mengurangi ketakutan terhadap pendengar, menyadari pendengar juga sama dengan kita, belum tentu teman lebih hebat. Ketujuh, bersifat santai dengan menarik nafas 3 kali. Melakukan hitungan 10 kali sebelum  mulai  pembicaraan. Kedelapan, berbicara  seolah –olah  pendengar   teman kita sendiri  supaya tidak takut. Kesembilan, berkonsentrasi hanya pada pesan yang ingin disampaikan .

Setelah  mempelajari  cara mengatasi  demam panggung saat berbicara, maka  belajar  berbicara mulai dari kultum terlebih dahulu. Belajar harus selalu dilakukan berkali –kali. Dengan kultum   hanya waktu tujuh  menit  apabila sudah terbiasa  lama-kelamaan akan tidak mengalami demam panggung  lagi. Penampilan dan  penyampaiannya akan menjadi bagus dan lancar. (kpig1/aro)

Guru Bahasa Indonesia MTs Al Hikmah Bandar