Direvitalisasi Setelah 40 Tahun Berdiri

438
DIBANGUN: Bupati Pekalongan, Asip Khlbihi, menyerahkan tumpeng kepada perwakilan pedagang pasar Bligo, pekalongan. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
DIBANGUN: Bupati Pekalongan, Asip Khlbihi, menyerahkan tumpeng kepada perwakilan pedagang pasar Bligo, pekalongan. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Bupati Pekalongan Asip Kholbihi secara resmi melakukan peletakan batu pertama pembangunan pasar rakyat Bligo Kecamatan Buaran dan pasar rakyat Pekajangan Kecamatan Kedungwuni Jumat (20/7) kemarin.

Pasar rakyat yang sudah berusia lebih dari 40 tahun tersebut belum pernah diperbaiki, sehingga kondisinya sangat memprihatinkan, karena hanya terbuat dari kayu sebagai tiang penyangga dan beratap genting. Kemudian dibagi sebanyak 120 lapak dengan ukuran 1 x 1.5 meter dan 1.5 x 2 meter.

Meski sebagai pasar pagi, namun pasar Bligo jadi tujuan  masyarakat dari banyak kalangan dan daerah, karena di pasar ini dijual aneka kuliner khas seperti nasi megono dan daging capitan yang hanya ada di Pasar Bligo.

Bupati Asip Kholbihi mengungkapkan bahwa dibangunnya beberapa pasar tradisional di Kabupaten Pekalongan ini disamping sebagai menjalankan amanah rakyat juga bertujuan untuk mendongkrak ekonomi di Kecamatan Kedungwuni dan sekitarnya.

Menurutnya dengan dibangunnya pasar rakyat Bligo, maka akan menambah dan meningkatkan pendapatan para pedagang, karena pasar akan menjadi lebih baik bersih dan nyaman dan akan mengundang banyak pembeli untuk berbelanja.

“Setelah Pasar rakyat Bligo ini dibangun, maka akan banyak dikunjungi oleh pedagang dan pembeli karena pasarnya akan semakin  bagus, letaknya pun strategis di tepi jalan raya Pekajangan,” ungkap Bupati asip.

Sementara itu, Kepala Dinas Peri dustrian Perdagangan Koperasi UMKM Kabupaten Pekalongan Tinimg Hurip Budiningsih menjelaskan bahwa Pasar Rakyat Bligo merupakan pasar milik desa namun dibangun oleh Pemda Kabupaten Pekalongan, adapun peralihan status kedepan seperti apa akan dibicarkan kemudian hari.

“Pasar rakyat ini akan dibangun selama 5 bulan, dengan menggunakan Dana Alokasi Khusus sebesar Rp 1,2 miliar, dan akan ditempati 120 pedagang, pasar ini diharapkan menjadi pendongkrak ekonomi masyarat Pekajangan dan Kecamatan Kedungwuni,” jelas Tining.

Usai melakukan peletakan batu pertama Bupati Asip bersama rombongan meninjau proyek pembangunan pasar UMKM di Kedungwuni Barat (sebelah selatan Pabrik BHSTex) Kecamatan Kedungwuni. (thd/bas)