Caleg Pindah Partai Harus Mundur

Dari Anggota DPRD

350

RADARSEMARANG.COM, DEMAK – Anggota DPRD Demak yang kembali mencalonkan diri dalam pemilihan legislatif (pileg) 2019 mendatang serta pindah dari partai sebelumnya harus mengundurkan diri dari dewan.

Ini sesuai dengan keputusan KPU Nomor 876/PL.01.4.Kpt/06/KPU/VII/2018 tentang pedoman teknis pengajuan dan verifikasi anggota DPR, DPRD Provinsi, DPRD Kota/Kabupaten. Anggota Komisioner KPUD Demak, Asroni mengatakan, dalam keputusan KPU itu, secara gamblang diterangkan, bahwa anggota DPR, DPRD Provinsi, DPRD Kota/Kabupaten yang dicalonkan partai politik (parpol) yang berbeda dengan parpol yang diwakili pada pemilu sebelumnya dengan syarat mengundurkan diri dan tidak dapat ditarik kembali.

Karena itu, calon yang bersangkutan saat mendaftar harus melampirkan dokumen pengajuan pengunduran diri sebagai anggota DPR/DPRD. Selain itu menyerahkan tanda terima dari pejabat berwenang atas penyerahan pengunduran diri tersebut  dengan ditandatangani pimpinan dewan.

Kemudian, melengkapi dengan surat keterangan pengajuan pengunduran diri sedang dalam proses. Sedangkan, surat asli pengunduran diri diberikan satu hari menjelang penetapan DCT (daftar calon tetap). “Kalau tidak ada surat keterangan dari partai sebelumnya tidak masalah,” katanya.

Di Demak sendiri, anggota DPRD Demak aktif yang mencalonkan diri lagi dalam pileg dan berpindah partai tercatat ada satu orang. Yakni, H Budi Ahmadi. Sebelumnya, ia menjabat anggota dewan dari Partai Golkar dan kini ikut nyaleg lagi melalui gerbong Partai Nasdem. Ia juga disebut sebut menjabat sebagai Ketua DPD Partai Nasdem Demak.

Ketua KPUD Demak, Mahmudi menyampaikan, bagi anggota dewan yang nyaleg lewat partai lain setidaknya ada waktu dua bulan untuk mengurusi pemberhentian dari anggota dewan tersebut. Surat keputusan (SK) pemberhentian ditandatangani oleh gubernur.

KPUD sendiri telah menerima pemberitahuan dari Partai Golkar bahwa Budi Ahmadi telah diberhentikan dari keanggotaan Partai Golkar. Dengan demikian, hal itu juga berpengaruh terhadap keanggotaannya di DPRD Demak. “Informasinya Golkar sudah mengajukan pergantian antar waktu (PAW),” katanya.

Menurutnya, KPUD hanya melakukan verifikasi anggota dewan yang akan mencalonkan diri lagi. Ketua DPD Golkar Demak, Nur Wahid mengatakan, pihaknya telah menerima surat pengunduran diri Budi Ahmadi selaku anggota DPRD Demak.