Pendidikan Menengah Pekalongan 11 Terbawah

381
TINGKATKAN KUALITAS : Bupati Pekalongan Asip Kholbihi memberikan motivasi pada guru untuk bekerja lebih keras, dalam meningkatkan kualitas pendidikan menengah. (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang)
TINGKATKAN KUALITAS : Bupati Pekalongan Asip Kholbihi memberikan motivasi pada guru untuk bekerja lebih keras, dalam meningkatkan kualitas pendidikan menengah. (Taufik Hidayat/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Pendidikan menengah Kabupaten Pekalongan masih menduduki peringkat ke 24 dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Sebagai upaya mendongkrak rangking tersebut, Bupati Asip Kholbihi meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serius mengelola pendidikan.

“Meski ada peningkatan rangking dari 25 se Jawa Tengah menjadi peringkat ke 24, namun itu masih cukup jauh dari target. Karena target kita masuk rangkin 10 besar,” tegas bupati di Gedung Pertemuan Umum (GPU), Selasa (17/7).

Asip mengungkapkan bahwa pentingnya kerja keras dan kerja cerdas sebagai bagian yang tidak dapat dipisahkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di masyarakat. Kepala Dinas tidak hanya menjadi kepala, tetapi harus menjadi manajer pembangunan pendidikan yang baik. Sehingga mampu meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Pekalongan.

“Kita juga harus re-orientasi kembali terhadap prinsip-prinsip dasar filosofi pendidikan, kita harus banyak-banyak membaca referensi dan memperbanyak studi literatur untuk meningkatkan kualitas,” ungkap Asip.

Bupati mengatakan bahwa untuk meningkatkan kualitas pendidikan, harus menghilangkan disparitas pendidikan antara pendidikan di daerah atas dan pendidikan di daerah bawah. Selain itu juga harus menghilangkan dikotomi antara sekolah swasta dan negeri.

“Dua persoalan mendasar ini kalau bisa kita jawab dengan kerja keras dan kerja cerdas, saya yakin pada tahun-tahun berikutnya akan meningkatkan kualitas pendidikan di Sekolah Menengah Pertama di Jawa Tengah. Saya berikan keleluasaan pada Kepala Sekolah untuk akselerasi pendidikan agar anak-anak bisa mendapatkan pendidikan dengan baik. Silahkan para Kepala Sekolah berinovasi,” kata Asip.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan, Sumarwati, menegaskan apa yang telah diberikan oleh pemkab hendaknya disyukuri meskipun belum sesuai dengan harapan, setidaknya sudah ada perhatian untuk guru-guru. “Sehingga harus bisa lebih optimal dalam meningkatkan pendidikan,” tegas Sumarwati. (thd/zal)