Ajak Kaum Perempuan Lahirkan Generasi Emas

Lebih Dekat dengan Komunitas Ibu Profesional Semarang

412
BELAJAR BARENG : Komunitas ibu profesional Semarang saat menggelar acara bersama untuk membangun hubungan emosional dengan anak. (ISTIMEWA)
BELAJAR BARENG : Komunitas ibu profesional Semarang saat menggelar acara bersama untuk membangun hubungan emosional dengan anak. (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.COM – Komunitas Ibu Profesional Semarang merupakan wadah bagi kaum perempuan untuk bisa menjadi ibu yang tangguh dan profesional. Tidak sekadar masak dan macak, tetapi juga mendidik anak-anak agar menjadi generasi emas yang bisa membangun bangsa dan negara.

MIFTAHUL A’LA

DEWASA ini, banyak generasi muda yang kecanduan bermain game, melihat video Youtube atau bermain gadget. Semua itu tidak terlepas dari peran orangtua yang lebih senang memberikan gadget kepada anaknya ketika rewel. Padahal kondisi itu jelas tidak bagus dan bisa membuat anak-anak semakin kecanduan.

Berbagai fenomena ini yang menjadi perhatian serius Komunitas Ibu Profesional Semarang. Karena  jika terus dibiarkan akan merugikan anak-anak itu sendiri dan masa depannya. Kondisi itu jelas merupakan ironi dan harus mendapatkan perhatian dari semua pihak.

“Faktanya memang banyak orangtua lebih mengandalkan gadget untuk mendiamkan anak dari tangisnya daripada mengajaknya bermain. Ini yang saat ini masih terjadi,” kata Leader Komunitas Ibu Profesional Kota Semarang, Endah Tri Hastuti.

Ia menambahkan, banyak anak-anak yang berjam-jam menonton video di Youtube ataupun main game. Bahkan, sekarang ada indikasi banyak orangtua yang cenderung menyerahkan pendidikan anak-anaknya ke televisi. Sebagian orang menganggap, jika gadget dan televisi solusi untuk mendiamkan anak-anak agar tidak rewel. “Padahal  itu hanya solusi jangka pendek dan bisa juga menjadi awal sifat bandel anak-anak dan susah diatur,” ujarnya.

Komunitas Ibu Profesional Semarang lahir dari berbagai fenomena yang miris tersebut. Saat ini, setidaknya ada lebih dari 200 ibu di Kota Semarang yang bergabung di dalamnya. Seorang ibu memiliki tanggungjawab besar agar bisa melahirkan generasi emas.

Mereka harus bisa membina keluarga dan mendidik anak dengan baik. “Dalam kenyataannya, selama ini calon ibu hanya sekadar meniru tata cara orangtua dulu. Padahal saat ini zaman sudah berbeda dan membutuhkan ilmu yang lebih,” katanya.

Dikatakan, segala sesuatu ada ilmunya, termasuk ilmu menjadi ibu. Tak sekadar masak, macak dan manak, lanjut dia, ibu modern harus profesional dalam membina keluarga dan mendidik anak. Berbagai kegiatan dilakukan sebagai upaya untuk mengajak ibu-ibu maupun calon ibu yang profesional.

“Kami membuat grup di WhatApps dan mengadakan perkuliahan untuk membekali ibu-ibu dan calon ibu agar bisa melahirkan generasi emas dan memiliki ilmu yang banyak,” tambahnya.

Dalam perkuliahan tersebut, ada diskusi tentang berbagai hal dalam keluarga. Seperti bagaimana menjadi bunda sayang, bunda cekatan, bunda produktif, dan bunda sholeha. “Setelah itu, bisa langsung diskusi dan menerapkannya di keluarga masing-masing. Tidak mudah memang, tapi harus dilakukan, karena keluarga yang sehat pasti akan melahirkan generasi emas,” katanya.

Selain pertemuan perkuliahan, komunitas ini juga memiliki tempat belajar bersama anak.  Selain itu, juga sering digelar kelas bersama antara orangtua dan anak ketika liburan sekolah. Pada dasarnya ibu harus memiliki hubungan yang dekat dengan anak. “Harus ada kedekatan dan ada hubungan emosional dengan anak. Ini sebagai upaya membentengi anak-anak dan tidak menyalahgunakan kemajuan teknologi,” ujarnya. (*/aro)