Polisi dan Paranormal Gadungan Sikat Rp 320 Juta

311
TIDAK AKUR: Tersangka M Ali Nurudin dan Sodikun saat gelar perkara di Mapolda Jateng, kemarin. (M HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
TIDAK AKUR: Tersangka M Ali Nurudin dan Sodikun saat gelar perkara di Mapolda Jateng, kemarin. (M HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Dua pelaku sindikat penipuan bermodus menjanjikan bisa meloloskan dalam seleksi anggota Polri berhasil diringkus aparat Subdit 3 Jatanras Direskrimum Polda Jateng. Dalam melancarkan aksinya, kedua pelaku masing-masing mengaku sebagai anggota Polri bertugas di Markas Besar (Mabes) di Jakarta, dan seorang paranormal.

Seorang pelaku yang ditangkap adalah M Ali Nurudin alias AN, 43, warga Jalan Pramuka Sari III Kelurahan Rawasari, Kecamatan Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Ia berperan sebagai anggota Mabes Polri dan setiap bepergian selalu pamer dengan senjata api (senpi) jenis pistol yang dimilikinya.

Pelaku lainnya Sodikun alias S, 58, warga Kudu, Kecamatan Genuk, Semarang. Ia bertugas mencari korban dengan mengaku sebagai paranormal yang bisa membantu melancarkan korban dalam proses seleksi masuk menjadi anggota polisi. Keduanya ditangkap di Semarang, Senin (9/7) lalu.

Sedangkan korban adalah JP, warga Purwokerto, mengalami kerugian sebesar Rp 320 juta. Kronologis terjadinya tindak pidana penipuan ini berawal saat anak JP berinisial FMC, mengikuti seleksi Bintara Polri 2018. Namun FMC gugur alias tidak lolos seleksi tahap awal pemeriksaan kesehatan pada Mei 2018 lalu.

“Karena anaknya gagal, orangtua korban berupaya mencari orang yang bisa membantu. Hingga akhirnya kenal dengan S (Sodikun) yang dikenal sebagai paranormal. Korban mengenal S  dari mulut ke mulut. Saat itu, S menyanggupi bisa membantu mengurus anak korban mengikuti tes masuk Polri sampai akhir dengan syarat menyiapkan uang Rp 350 juta,” ungkap Kasubdit 3 Jatanras Direskrimum Polda Jateng, AKBP Yulian Perdana, di Mapolda Jateng, Selasa (10/9).

Meski tidak memiliki uang sejumlah itu, orangtua korban yang berkeinginan anaknya jadi anggota Polri berupaya mencari uang untuk memenuhi persyaratan dari paranormal tersebut. Hingga akhirnya uang tersebut berhasil mengumpulkan yang ratusan juta dan langsung diserahkan kepada Sodikun secara tunai.

“Korban JP mengatakan tidak punya uang sebesar Rp 350 juta, tapi diupayakan dan memberi uang kepada S sebesar Rp 320 juta, penyerahan uang pada bulan Mei sebelum puasa secara cash di rumah S di Semarang,” jelasnya.