Ajukan Jadi Tuan Rumah MotoGP

227
BERSAING KETAT: Delapan crosser mengambil start dalam ajang MXGP Seri ke-13 di Sirkuit Mijen, Semarang, kemarin. (bawah)  Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi bersama The Vice President of Youthstream, David Luongo, sebelum race MXGP dimulai. (BASKORO SEPTIADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)
BERSAING KETAT: Delapan crosser mengambil start dalam ajang MXGP Seri ke-13 di Sirkuit Mijen, Semarang, kemarin. (bawah)  Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi bersama The Vice President of Youthstream, David Luongo, sebelum race MXGP dimulai. (BASKORO SEPTIADI/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Penyelenggaraan MXGP Seri ke-13 di Kota Semarang yang dihelat pada 6-8 Juli 2018 sukses digelar. Penonton event balap internasional motocross yang kali pertama digelar di Kota Semarang itu membeludak. Terlihat lebih dari 70 ribu penonton memadati arena sirkuit motocross di Mijen, lebih banyak dari prediksi awal penyelenggara sekitar 50 ribu.

Apresiasi pun datang dari berbagai pihak, baik dari Ikatan Motor Indonesia (IMI), ataupun juga dari federasi olahraga motor dunia, FIM (Fédération Internationale de Motocyclisme) atas komitmen Kota Semarang dalam penyelenggaraan kegiatan balap motor bertaraf internasional.

Tak ingin kehilangan momentum, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, langsung mengajukan Kota Semarang untuk dapat dipertimbangkan sebagai tuan rumah balapan motor aspal MotoGP yang juga berada di bawah naungan FIM. Hal tersebut tersirat dari sambuatan Hendi, sapaan akrab Wali Kota Semarang dalam seremoni pembukaan MXGP, Minggu (8/7).

“Perlu kami sampaikan bahwa di seberang sirkuit motocross ini, kami sedang membangun sirkuit track aspal yang siap untuk menggelar balapan internasional,” katanya di hadapan perwakilan FIM, IMI, dan seluruh tim pabrikan.

Ketika ditanya lebih jauh, apakah balapan motor aspal internasional yang dimaksudnya adalah MotoGP, Hendi tampak belum ingin mengungkapkan secara spesifik. “Diskusi saya kepada Ketua IMI dan FIM adalah bahwa kita punya sirkuit aspal kelas internasional, sehingga kami berharap juga bisa ditunjuk sebagai tuan rumah event balap motor aspal internasional,” tuturnya. “Saya ingin semuanya matang, kami ajukan dulu sirkuit aspal yang kami miliki ini memadai atau tidak kepada FIM, baru nanti kita bisa bicara lebih lanjut,” tegas Hendi.

Bagi Kota Semarang sendiri ditunjuk sebagai tuan rumah MotoGP bukanlah pekerjaan mudah. Namun optimisme muncul melihat dari berbagai daerah yang menyatakan minatnya untuk menjadi tuan rumah MotoGP, seperti Sentul (Bogor), Jakabaring (Palembang), Mandalika (NTB), serta Lido (Sukabumi), barulah Sirkuit Sentul Bogor dan Sirkuit Mijen Semarang yang siap secara fisik.

Peluang sirkuit balap internasional di Mijen pun semakin besar mengingat bila dibandingkan dengan Sirkuit Sentul yang dikelola oleh swasta, Sirkuit Mijen yang dikelola oleh Pemerintah Daerah memudahkan Pemerintah Pusat untuk memberikan dukungan guna penyelenggaraan MotoGP di Indonesia.