Dua Sisi Mata Uang Eceng Gondok dengan Pembangunan Ekonomi Lokal

94
Oleh : Rita Dwi Hatnani
Oleh : Rita Dwi Hatnani

RADARSEMARANG.COM – Danau Rawa Pening terletak di Kabupaten Semarang Jawa Tengah dengan luas kawasan sebesar 2.500 hektare. Danau ini merupakan sumber kehidupan bagi masyarakat dan populasi yang mendiami kawasan tersebut. Akan tetapi, nasibnya kali ini menjadi perhatian bagi banyak pihak, sejak aktivitas manusia di kawasan Danau Rawa Pening melebihi ambang batas sehingga terjadi banyak ketidakstabilan pada kawasan danau. Yang menjadi perhatian saat ini adalah jumlah tumbuhan eceng gondok di danau yang melebihi batas permukaan kawasan. Akibatnya terjadi ketidakstabilan ekosistem dan penurunan kualitas lingkungan di kawasan Danau Rawa Pening.

Eceng gondok atau dengan mana latin eichhornis crassipes adalah satu jenis tumbuhan yang berasal dari Brazil. Tumbuhan perairan dari sungai Amazon ini dibawa seorang ilmuan berkebangsaan Jerman yang awalnya dikembangkan hanya sebagai sarana penelitian dan keindahan bunganya yang unik. Akan tetapi di balik bentuknya yang unik, ternyata tumbuhan ini sekarang menjadi satu masalah di kawasan perairan Danau Rawa Pening.

Banyaknya jumlah eceng gondok di Danau Rawa Pening telah menimbulkan kerugian pada lingkungan. Tanaman yang jumlahnya melebihi batas ini cukup banyak mengambil kandungan zat penting dalam perairan. Jumlahnya yang terlalu banyak juga mempengaruhi kestabilan oksigen sehingga jumlah ikan yang hidup di dalam danau kekurangan oksigen. Akibatnya, ikan tak dapat berkembang biak dengan baik, secara jumlah maupun ukuran. Akibat lanjutannya, nelayan lokal yang mencari penghasilan dari lingkungan danau kesulitan mendapatkan ikan.

Tempat rekreasi dan bangunan rumah tangga di kawasan sekitar danau memberi andil dalam tumbuh dan berkembangnya eceng gondok dengan pesat. Kandungan kimia dari detergen memberikan andil dalam perkembangbiakan eceng gondok yang tidak terkendali. Kondisi ini diperparah oleh tindakan manusia yang mengunjungi kawasan danau dengan sengaja atau tidak sengaja membuang sisa makanan ke danau. Zat lain masuk dan mendorong pertumbuhan eceng gondok.

Dalam jangka panjang, eceng gondok yang berkembang pesat akan mengakibatkan pengeringan pada kawasan danau dan terjadi sendimentasi. Danau akan menjadi dangkal dan ikan beserta mikrobiologi yang hidup di dalamnya menjadi berkurang atau punah.