Pemohon E-KTP Membludak 

377
ANTRE: Ratusan warga yang mengakses layanan E-KTP di Kantor Dispendukcapil Kendal harus mengantre, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)
ANTRE: Ratusan warga yang mengakses layanan E-KTP di Kantor Dispendukcapil Kendal harus mengantre, kemarin. (BUDI SETYAWAN/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KENDAL – Paska cuti bersama lebaran, layanan KTP Elektronik (E-KTP) di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kendal membludak. Warga harus mengantre hingga berjam-jam. Baik untuk mengambil ataupun melakukan perekaman E-KTP.

Pantauan koran ini, antrean di Kantor Dispendukcapil Kendal membludak. Perhari setidaknya lebih dari 1.000 warga mengakses layanan E-KTP di Kantor. Akibatnya banyak warga yang harus mengantre dari luar pintu kantor Dispendukcapil. Bahkan antrean sampai di jalan depan Kantor.

Membludaknya layanan E-KTP ini juga karena menjelang Pilgub Jateng, dimana hanya warga yang sudah memiliki E-KTP ataupun yang mempunyai bukti surat keterangan perekaman E-KTP yang dapat mencoblos.

Meski begitu, antrean berjalan tertib karena warga yang datang mendapatkan nomor antrean sesuai waktu kedatangan. Seperti di akui Mifahul Azza, 18, warga Brangsong. Ia yang baru kali pertama membuat E-KTP harus mengantre..“Kalau perekamannya sudah lama, sudah dua bulan lalu. Ini sekarang tinggal mengambil saja. Tapi ternyata antreanya lama banget, jadi mesti sabar,” katanya, kemarin (25/6).

Hal senada dikatakan Supriono, warga Kendal. Ia mengaku harus datang pagi-pagi sejak kantor layanan belum  belum buka. “Meski sudah datang pagi-pagi, teranyata yang mengantre sudah banyak. Saya harus mengantre satu jam setengah baru bisa melakukan perekaman,” akunya.

Kabid Kependudukan  Dispendukcapil Kendal, Sucipto mengatakan antrean panjang diakuinya lantaran adanya cuti lebaran sehingga. Sehingga banyak warga yang akan mengambil E-KTP  tertunda selama satu pekan lebih. “Karena banyakya antrean, kami berlakukan dalam bagian layanan. Yakni  yang khusus melayani pengambilan  E-KTP,” terangnya.

Sucipto menambahkan, untuk  cetak E-KTP dalam satu hari  bisa mencetat antara  1.000-1.500 buah. Namun untuk pelayanan perekaman E-KTP, karena alat dan petugas terbatas hanya bisa melayani 450-500 orang.

“Itupun petugas kami harus lembur diluar jam dinas. Bahkan sampai malam hari kami harus melembur setiap harinya. Untuk mengurangi antrean, kami membuka layanan pada hari libur yakni pada hari Sabtu. Sehingga proses E-KTP di Kendal bisa segera selesai,” tambahnya.  (bud/bas)