Dewan Minta Pemkab Pertahankan Predikat

280
ERATKAN SILATURAHMI : Bupati Batang Wihaji bersama Forkopimda bersilaturahmi deegan anggota DPRD Batang usai sidang paripurna, Senin ( 25/6/18). (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)
ERATKAN SILATURAHMI : Bupati Batang Wihaji bersama Forkopimda bersilaturahmi deegan anggota DPRD Batang usai sidang paripurna, Senin ( 25/6/18). (Lutfi Hanafi /Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, BATANG – Capaian Pemkab Batang yang mendapatkan predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jawa Tengah, menuai apresiasi dari kalangan dewan.

“Ini merupakan kerja keras Pemkab Batang beserta jajaran sehingga mendapat opini WTP dan harus kita pertahankan agar bisa lebih baik lagi. Sehingga akan menambah kepercayaan masyarakat Batang dengan Pemkab Batang,” ujar Ketua DPRD Kabupaten Batang Imam Teguh Raharjo saat memimpin sidang Paripurna, Senin (25/6).

Bupati Batang Wihaji dalam penyampaian pelaksanaan Raperda Pertanghungjawaban APBD 2017 mengatakan, dari hasil perhitungan diketahui, bahwa pendapatan daerah ditetapkan dalam Perubahan APBD. Pada tahun 2017 sebesar Rp 1.588.601.940.818 dan realisasinya sebesar Rp 1.566. 154.720.813,58 atau 98,59 persen, sehingga pendapatan daerah kurang dari target sebesar Rp 22.447.220.004,42 atau 1,41 persen.

Sedangkan anggaran belanja dalam penetapan perubahan APBD tahun 2017 sebesar Rp 1.672:200.073.871,00 dan realisasinya sebesar Rp 1.563.181.721.380,96 atau 93,48 persen sehingga yang tidak terserap sebesar Rp 109.018.352.490,04 atau 6,52 persen.

” Anggaran yang tidak terserap diantaranya belanja pegawai sebesar Rp 42 miliar, belanja barang sebesar Rp 27 miliar, belanja  Hibah Rp 2,9 miliar, bantuan sosial Rp 2 milair, belanja modal Rp 31 miliar, belanja tak terduga Rp 2 milair dan belanja transfer bagi hasil ke desa Rp 1,6 milar,” jelas Wihaji.

Dibanding dengan realisasi pendapatan tahin 2016, realisasi pendapatan daerah tahun 2017 mengalami kenikan sebesar Rp 67,5 miliar atau naik 4,51 persen. Untuk realisasi belanja daetah tahun 2017 dibandingkan realisasi belanja daerah tahun 2016 mengalami kenaikan realisasi sebesar Rp 2,3 miliar atau naik 0,15 persen.

Usai sidang paripurna Bupati Wihaji bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dan DPRD melanjutkan kegiatan halalbihalal saling meminta maaf dengan berjabat tangan. (han/zal)