Zonasi Tabrakan, 3 SMPN Kurang Siswa

585

RADARSEMARANG.COM, SALATIGA–Sekolah favorit tetap masih diminati masyarakat, meski sudah ada sistem zonasi. Selain itu, ada sekolah yang mendapatkan zona bertabrakan dengan sekolah lain, akibatnya sampai pendaftaran ditutup (23/6) hanya mendapatkan sekitar 30 persen dari kuota yang disediakan.

Dari 10 SMP Negeri di Salatiga, ada tiga sekolah yang belum penuh kuota 248 siswanya. Yakni SMPN 5 baru mendapat 242 siswa atau kurang 6 siswa. SMPN 10 mendapatkan 228 atau kurang 20 siswa dan yang paling besar adalah SMPN 7 yang hanya mendapatkan kisaran 30 persen yakni 79 siswa atau kurang 169 siswa. Sekolah ini masih menerima pendaftaran hingga Senin ini.

Menurut sumber internal yang diterima, kurangnya pendaftaran di SMPN 7 ini dimungkinkan karena sekolah mendapatkan zona yang kurang menguntungkan. Zona 1 untuk SMPN 7 sama dengan SMPN 5, dan besar kemungkinan masyarakat memilih SMPN 5. Kemudian zona 2 yakni Mangunsari merupakan zona 1 untuk SMPN 3. Zona 2 Kelurahan Tegalrejo merupakan zona 1 untuk SMPN 6 dan zona 2 Kelurahan Randuacir merupakan zona 1 untuk SMPN 10. Sementara zona 2 Kelurahan Kumpulrejo dan Kecandran bertabrakan dengan banyak sekolah lain. Selain itu, penambahan kuota rombongan belajar dari 28 menjadi 31 siswa menjadi salah satu penyebab juga.

Sementara itu, Kepala SMPN 10, Yati Kurniawati saat dikonfirmasi menyatakan kemungkinan masyarakat kebingungan dengan sistem zonasi yang baru pertama kali diterapkan ini. Ia berharap ada sosialisasi lebih lama lagi serta pembenahan zonasi agar spirit pemerataan pendidikan bisa berjalan seperti harapan.

Panitia pendaftaran di SMP 1 Salatiga, Sumarno menyebutkan jika pendaftar saat ini banyak justru berasal dari luar zona 1. Dijelaskan dia, pendaftar nantinya akan diseleksi berdasarkan ketentuan yang baru yakni tempat tinggal.

Terpisah, Kepala SMP Negeri 2 Salatiga, Suhirman mengaku pihaknya telah mengacu kepada regulasi yang baru tentang pendaftaran sekolah. Menurutnya, sistem yang baru ada plus minusnya. “Mungkin ada anak yang bersemangat belajar dan akhirnya memiliki nilai bagus menjadi kecewa karena tidak bisa masuk karena terkendala zona. Dan ini bisa melemahkan semangat belajar anak,” terang Suhirman.(sas/ida)