Tol Fungsional, Okupansi Hotel Turun

383
TRANSPORTASI MAKIN LANCAR : Jalan tol Salatiga–Kartasura Surakarta yang saat ini baru difungsionalkan untuk memperlancar arus mudik dan balik, telah mempengaruhi okupansi hotel di Ungaran yang turun drastis. (ISTIMEWA)
TRANSPORTASI MAKIN LANCAR : Jalan tol Salatiga–Kartasura Surakarta yang saat ini baru difungsionalkan untuk memperlancar arus mudik dan balik, telah mempengaruhi okupansi hotel di Ungaran yang turun drastis. (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.COM, UNGARAN–Okupansi hotel di Kabupaten Semarang selama libur lebaran turun drastis hingga 50 persen. Gara-gara difungsionalkannya tol Salatiga–Kartasura Surakarta.

“Jika libur Lebaran biasanya okupansi mencapai 100 persen, kini turun menjadi 50 persen,” kata Ketua PHRI Kabupaten Semarang, Fitrisna Kencana, Rabu (20/6).

Biasanya, lanjutnya, hotel di Kabupaten Semarang akan penuh saat memasuki H-7 Lebaran. Booking kamar sudah dilakukan sejak jauh-jauh hari sebelum memasuki masa libur Lebaran. Ditambah, saat arus mudik maupun arus balik, banyak pemudik yang memanfaatkan hotel di Kabupaten Semarang untuk singgah dan istirahat.

Namun, karena tol Salatiga–Kartusura pada Lebaran kali ini difungsionalkan, para pemudik memilih tak menginap. Sehingga, tingkat pengunjung hotel menurun. Adapun jumlah pengunjung hotel saat libur Lebaran, biasanya pemudik lokal yang datang dari luar wilayah Kabupaten Semarang untuk berlebaran di Kabupaten Semarang sendiri.

Saat ini, ada 95 hotel di Kabupaten Semarang yang tercatat menjadi anggota PHRI setempat. “Biasanya juga kalau Lebaran, banyak event di hotel. Namun Lebaran ini, memang sedikit berkurang jika dibanding tahun sebelumnya,” tuturnya.

Ia berharap, okupansi hotel akan tembus kembali menjadi 100 persen saat libur Ntal dan tahun baru nantinya. Dimana momentum hari besar memang sangat dinantikan oleh pengelola hotel untuk mengejar jumlah pengunjung.

Selain itu, imbuhnya, okupansi hotel di kawasan wisata Bandungan pada libur Lebaran 2018 ini, juga menurun. Meski pengunjung wisata sangat banyak, namun didominasi oleh warga sekitar Kabupaten Semarang saja. “Mereka rata-rata tidak menginap,” ujarnya.

Adapun persebaran hotel di Kabupaten Semarang masih menumpuk di sejumlah lokasi wisata. Seperti di kawasan wisata Bandungan dan Kopeng. Lainnya, tersebar di pusat Kota Ungaran, Ambarawa, Bawen, dan Tuntang. Hal tersebut diakui oleh sejumlah pengurus dan pengelola hotel.

Sumardi Dharmaji yang juga pengelola Hotel Kusuma di kawasan wisata Bandungan mengaku jumlah pengunjung tahun ini berkurang. Padahal, untuk menggaet para pengunjung pihaknya sudah menambah beberapa fasilitas di hotelnya. “Pengunjung tempat wisata kebanyakan tidak menginap, tidak seperti tahun lalu,” katanya.

Salah satunya yaitu mini cafe yang terletak persis di depan lobi masuk hotel. Tempat tersebut bisa digunakan oleh pengunjung untuk sekedar menghabiskan malam di Bandungan dengan kongkow. “Kami berharap okupansi mencapai 100 persen saat libur Lebaran tahun depan maupun libur Natal dan tahun baru nantinya,” harapnya. (ewb/ida)