Pasar Darurat Segera Tempati 

531
PASAR DARURAT: Pekerja sedang menyelasaikan area parkir yang berada di halaman pasar darurat. Pembangunan pasar Darurat sudah selesai 90 persen. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)
PASAR DARURAT: Pekerja sedang menyelasaikan area parkir yang berada di halaman pasar darurat. Pembangunan pasar Darurat sudah selesai 90 persen. (TAUFIK HIDAYAT/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, KAJEN – Sebanyak 1.800 pedagang Pasar kedungwuni akan pindah dan segera menempati Pasar Darurat yang letaknya 500 meter dari lokasi Pasar Tradisional Kedungwuni yang akan dibangun menjadi Pasar Modern.

Pemerintah Daerah Pekalongan melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Pekalongan telah membangun pasar darurat dengan menempati lahan seluas 2 hektare dan mampu menampung sebanyak 2.100 pedagang dari 1.800 pedagang yang telah terdata.

Kepala UPT Pasar Kedungwuni, Ida Wahyuningsih mengatakan bahwa sebanyak 1.800 Pedagang Pasar Kedungwuni, akan menempati pasar darurat setelah perayaan Syawalan atau setelah tanggal 22 Juni 2018.

Menurut Ida Wahyuningsih, Pasar darurat yang dibangun dengan anggaran APBD sebesar Rp 1,2 miliar tersebut sudah dilengkapi dengan fasilitas umum yakni MCK dan musala serta lahan parkir yang luas dan mudah dijangkau.

“Dengan begitu pedagang Pasar Kedungwuni tidak perlu khawatir kehilangan pelanggannya. Pasar Darurat ini siap dipakai dan ditempati pedagang usai perayaan Syawalan, dan semua pedagang harus sudah pindah dan menempati pasar darurat ini,” ungkap Ida.

Ida juga mengatakan rencananya setelah semua pedagang Pasar Kedungwuni menempati Pasar Darurat, Pasar Kedungwuni adan dibongkar dan segera dibangun pasar tradisional modern dengan anggaran sebesar Rp 26 miliar dan akan selesai pada pertengah akhir tahun 2019.

Menurutnya pembangunan Pasar Kedungwuni tahap pertama ini, akan  menelan anggaran Rp 26 miliar yang berasal dari bantuan Pemprov Jateng Rp 16 miliar dan APBD kabupaten Rp 10 miliar.

“Pasar Kedungwuni merupakan salah satu pasar besar di Kabupaten Pekalongan, yang usianya sudah hampir 30 tahun, sehingga harus ditata atau dibangun agar tidak mengkhawatirkan para pedagang karena sebagian besar bangunanya sudah rusak dan tidak layak untuk ditempati,” kata Ida.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM Kabupaten Pekalongan, Hurip Budi Riyantini, ketika dikonfirmasi menegaskan bahwa pembangunan Pasar Kedungwuni sendiri ditargetkan selesai selama dua tahun. “Tahun 2018 ini, rencana bangun Pasar Kedungwuni blok B dan C, pasar TP di Doro, renovasi Pasar Bligorejo dan Pekajangan,” tegas Riyantini. (thd/bas)