Tangki Pertamina Terguling, 16.000 Liter Solar Banjiri Jalan

984
REM BLONG: Truk tangki solar milik Pertamina yang terguling  di kawasan Kaliwiru, Semarang, kemarin. (kiri) Warga mengambil tumpahan solar dengan jerigen. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)
REM BLONG: Truk tangki solar milik Pertamina yang terguling  di kawasan Kaliwiru, Semarang, kemarin. (kiri) Warga mengambil tumpahan solar dengan jerigen. (NURCHAMIM/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Truk tangki Pertamina mengalami kecelakaan tunggal di pertigaan Jalan Teuku Umar dan Jalan Sultan Agung, Kaliwiru, Semarang, Minggu (27/5) petang sekitar pukul 18.15. Diduga truk BBM jenis solar berkapasitas 16.000 liter tersebut mengalami rem blong alias tidak berfungsi. Beruntung sopir tangki, Supartono, 38, warga Karanganyar, Solo, dan kernet Joko Waluyo, 45, warga Boyolali berhasil lolos dari maut. Meski demikian, seluruh muatan tangki berupa solar tumpah ke jalan hingga jadi rebutan warga.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radra Semarang menyebutkan, kecelakaan itu bermula saat truk tangki bernopol AB 8624 NE muatan BBM melaju dari arah Gombel menuju Flyover Jatingaleh atau selatan ke utara. Tiba-tiba truk tangki yang dikemudikan Supartono itu hilang kendali. Puncaknya, sesampai di turunan Jalan Sultan Agung, tepatnya di samping pertigaan Taman Kaliwiru, truk tangki menghantam trotoar. Tangki baru berhenti setelah sempat naik ke taman dan menghajar tiang listrik hingga nyaris roboh.

“Sepertinya rem blong, karena dari arah Gombel, sopir tangki terlihat membanting stirnya ke kanan dan kiri sampai akhirnya ditabrakkannya ke trotoar di tikungan Kaliwiru itu,” kata Dimas Ariyanto, sekuriti PT Wijaya Kusuma di sekitar lokasi kejadian.

Begitu truk tangki terguling, pengemudi dan kernet Joko Waluyo langsung ditolong warga. Keduanya dinaikkan mobil pribadi milik warga untuk dilarikan ke rumah sakit. “Sopirnya langsung dilarikan ke rumah sakit. Kondisinya hanya luka-luka,” kata warga lain, Triono.

Akibat terguling itu, seluruh muatan solar tumpah. Bahkan solar mengucur deras hingga membasahi jalan. Kejadian itu pun menyita perhatian warga. Mereka langsung mengambil jerigen, dan mengisinya dengan solar yang tumpah.

Sementara itu, aparat kepolisian yang mendapat laporan dari masyarakat langsung menutup akses jalan menuju arah Akpol Semarang untuk menghindari terjadinya sesuatu yang membahayakan.

Kasatlantas Polrestabes Semarang AKBP Yuswanto Ardi mengatakan, masih melakukan penyelidikan terkait kecelakaan tunggal tersebut. Dugaan sementara, kecelakaan akibat rem truk mengalami blong.

“Dugaan sementara rem tidak berfungsi. Kita masih melakukan penyelidikan lagi,” ujarnya.
Pihaknya juga membeberkan, saat ini pengemudi dan kernet truk masih menjalani perawatan di RS St Elisabet Semarang. Kernet truk mengalami luka di pergelangan kaki kanan, luka robek wajah dan di dahi. “Pengemudi truk mengalami luka kaki kiri patah, keduanya masih dirawat di rumah sakit. Tidak ada korban jiwa,” imbuhnya. (mha/aro)