Komisi III Dorong Pembangunan Pasar Muntilan Tepat Waktu

443
DIPERCEPAT : Rombongan Komisi III DPRD Kabupaten Magelang saat meninjau proyek pembangunan Pasar Muntilan, beberapa waktu lalu. (DOK Humas DPRD Kabupaten Magelang)
DIPERCEPAT : Rombongan Komisi III DPRD Kabupaten Magelang saat meninjau proyek pembangunan Pasar Muntilan, beberapa waktu lalu. (DOK Humas DPRD Kabupaten Magelang)

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID – Pembangunan Pasar Induk Muntilan di Kecamatan Muntilan mendapat sorotan Komisi III DPRD Kabupaten Magelang. Beberapa catatan evaluasi adalah molornya perencanaan pelaksanaan pembangunan Pasar Induk Muntilan yang sempat menyita perhatian masyarakat.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Magelang, M Syakir menyebutkan, target pembangunan Pasar Muntilan semestinya sudah selesai pada 2016, namun baru dilaksanakan tahun 2017. Syakir mengartikan bila pembangunan tersebut tidak sesuai dengan perencanaan. “Maka setelah dibangun ini, harus selesai sesuai target, yakni akhir tahun 2018,” tegas Syakir, Jumat (18/5).

Syakir mengatakan, bila pelaksanaan pembangunan Pasar Muntilan tidak sesuai target maka yang dirugikan adalah pedagang. Selain berdampak pada perekonomian, pedagang terlihat jelas tidak merasa nyaman bila terlalu lama menempati lokasi pasar penampungan hingga meluber ke pinggir jalan.

Menurut kesepakatan, pembangunan Pasar Muntilan yang memakan anggaran Rp 85.417.494.000 ini berlangsung selama 20 bulan. Pelaksanaannya menggunakan pola multiyears mulai April 2017 hingga pertengahan Desember 2018 mendatang. ”Pengawasan nanti ada dari DPU sendiri, konsultan, tim manajemen konstruksi, ada juga tim pengawalan pembangunan,” imbuhnya.

Menurut pelaksana proyek dari PT Armada Hada Graha (AHG), Sunari, konsep semula bangunan Pasar Muntilan adalah tiga lantai. Terdiri dari basement, lantai satu dan lantai dua. Namun konsep awal berubah dengan menghapus basement menyusul adanya perubahan desain karena alasan banyaknya air. ”Hal itu disesuaikan dengan struktur tanah yang tidak memungkinkan digali lebih dari 30 sentimeter. Karena di bawah permukaan lahan sekitar 21.900 meter persegi itu banyak air,” ujar Sunari.

Sesuai saran dari konsultan, permukaan tanah yang lebih rendah dari jalan raya tetap diplot untuk area parkir. Sebab, perubahan hanya sebutannya saja. Jika basement tanah harus digali sedang lantai dasar tidak perlu digali kondisi itu justru memberi dampak positif dari sisi estetika. ”Bangunan pasar akan tampak megah dipandang dari jalan raya dan yang pasti konstruksi gedung tetap sesuai desain perencanaan awal,” ucap Sunari.

Kepala DPU-PR Kabupaten Magelang, Heriyanto mengatakan, revisi desain disesuaikan kondisi lokasi pekerjaan. Langkah itu dimaksudkan untuk memastikan bahwa lahan benar-benar mampu menopang beban bangunan yang didirikan di atasnya. ”Juga karena perubahan desain area basement menjadi lantai dasar,” kata Heriyanto.

Ketua DPRD Kabupaten Magelang Sariyan Adiyanto mengungkapkan, anggaran Pasar Muntilan telah disepakati sesuai dengan pengajuan awal yakni sebesar Rp 95 miliar. Untuk penambahan anggaran, telah disepakati sebesar Rp 2,5 miliar, yaitu untuk jasa manajemen konstruksi pasar.

Sesuai pembahasan antara Badan Anggaran DPRD dan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) tentang Kebijakan Umum Anggaran Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) yang berlangsung beberapa waktu lalu, kini juga telah mencapai kesepakatan. ”Pembangunan yang sudah dimulai itu dilaksanakan dalam satu kurun waktu anggaran,” tutur Saryan.