Layani Masyarakat yang Kurang Paham Hukum

Dio Hermansyah Bakri SH

448

RADARSEMARANG.COM – Dio Hermansyah Bakri. Pria kalem yang pernah mengelola sebuah harian di bawah bendera Jawa Pos Group di Kota Semarang ini, sekarang menekuni dunia lawyer.

SEBAGAI pengacara, jiwa keberpihakan Dio pada wong cilik, begitu kuat. Dalam beberapa kasus yang membelit masyarakat bawah, Dio intens melakukan pendampingan. Bagi Dio, membela masyarakat kecil yang menjadi korban kebijakan pemerintah yang tidak pas, sudah menjadi amanah yang musti ia lakoni.

Dio juga tercatat sebagai salah satu Dewan Pengawas pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kota Semarang selama dua periode, yakni dari 2014 hingga sekarang. Ia disumpah sebagai advokat sejak 2014 lalu, melalui organisasi Ikatan Advokat Indonesia (Ikadin) pimpinan Prof Dr Todung Mulya Lubis,SH, LLM.

Sejumlah kasus tengah ditangani Dio. Antara lain, menjadi tim penasihat hukum atas permasalahan warga Kebonharjo, Semarang Utara. Kasusnya saat ini masih proses perjuangan ganti untung bagi warga. Kasus lain, dugaan korupsi yang dialami Kadus Truman, Moc Heru Prasetyo, yang hanya menerima Rp 6,2 juta sebagai honor dan sudah dikembalikan kepada negara, tapi sang Kadus tetap didudukkan sebagai terdakwa. Juga kasus-kasus lainnya.

“Saya bersedia mendampingi mereka-mereka karena semua ini karena panggilan hati dan kewajiban sebagai advokat. Bagi saya cukup, dengan prinsip bekerjalah dengan jujur dan layani masyarakat yang kurang pemahaman akan hukum, tanpa memandang suku, ras dan agama, karena semua sama dihadapan hukum,” kata Dio kepada Jawa Pos Radar Semarang saat menerima apresiasi Anugerah Jawa Pos Radar Semarang 2018, di Hotel Aston, pada 11 Mei lalu.

Selain sebagai advokat, Dio juga pernah menduduki jabatan sebagai Ketua DPD Lingkar Merah Putih Nasional (LMPN) Jateng. Saat ini, Dio menjabat Humas DPD Ikadin Jateng, Ketua Komunitas Peduli Hukum (KPH) Jateng, Wakil Ketua Bidang Internal DPD Gerakan Masyarakat Perangi Korupsi (GMPK) Kota Semarang, serta Humas Forum Komunikasi Putra Putri Purnawirawan Indonesia (FKPPI) Kota Semarang.

“Yang jelas, saya akan terus mendampingi permasalahan hukum yang dialami masyarakat di mana pun berada hingga mendapatkan keadilan. Apalagi saat ini masih banyak warga yang belum mendapatkan akses pendampingan hukum yang layak, khususnya warga tak mampu,” ujarnya. (jks/isk)