Kantongi Hasil Uji Laboratorium

Madu Bima 99

467

RADARSEMARANG.COM – Jika biasanya madu terasa manis, tidak demikian dengan madu buatan PT Imago Jakarta ini. Imago berhasil melakukan inovasi produk madu, berlabel madu Bima Bima 99. Madu ini justru terasa pahit.

PT Imago mengklaim, Madu Bima 99 sudah mengantongi hasil uji laboratorium Sucofindo dan laboratorium Farmasi UI. Rasa pahit Madu Bima 99, karena diproduksi oleh lebah jenis Apis mellifera yang mengonsumsi nektar dari kuncup pohon-pohon yang berasa pahit.

Seperti pelawan, singkong karet, paitan, kaliandra, dan mahoni. Nektar tanaman-tanaman ini sudah terkenal sangat berkhasiat sejak dulu. Madu Bima 99 juga tanpa campuran bahan-bahan lain dan bebas bahan kimia obat.

Eddy Yatman selaku Direktur Keuangan dan Pemasaran PT. Imago Sehat Indonesia menyampaikan, uji laboratorium dilakukan sebagai bentuk komitmen dan keseriusan perusahaan untuk menjaga kualitas produk kepada konsumen setia Madu Bima 99. Untuk diketahui, madu pahit hitam super ‘Madu Bima 99’ merupakan madu langka.

“Madu ini mempunyai rasa pahit karena diproduksi lebah jenis Apis Mellifera yang mengonsumsi nektar dari kuncup pohon yang pahit, antara lain pelawan, bunga singkong karet, paitan, kaliandra, dan mahoni.”

Madu pahit memiliki kandungan alkaloid yang tinggi, berfungsi sebagai antibakteri alami yang membunuh bakteri yang merugikan tubuh. Sejak ribuan tahun, madu ini dimanfaatkan sebagai obat untuk berbagai penyakit. Mulai dari penyakit ringan sampai penyakit yang perlu penanganan serius.

Hingga kini madu hitam pahit alami masih dipercaya sebagai obat mujarab untuk menyembuhkan berbagai jenis penyakit, di samping obat-obatan modern yang ada.

Madu Bima 99 sudah tersebar hampir di seluruh provinsi di Indonesia. Eddy Yatman menyampaikan, pemasaran produksi Madu Bima 99 di Indonesia sudah mencapai 80 sampai dengan 90 ribu botol per bulan. “Kami salurkan ke subdistributor di setiap agen atau apotek yang ada di setiap kabupaten atau kota.

Pemasaran produk di Indonesia dimulai dari distributor di setiap provinsi dan akan langsung disalurkan ke setiap subdistributor kabupaten atau kota.” Di Bali, pasar penjualan Madu Bima 99 rata-rata mencapai 14.000 botol per bulan. “Angka ini sudah menjadi peringkat nasional dalam penjualan Madu Bima 99 di Indonesia,” kata Dstributor Madu Bima 99 wilayah Bali, I Putu Darsana. (isk)