Jatuh Bangun dan Cibiran justru Membuatnya Sukses

H. Endro Dwi Cahyono, ST

1051

RADARSEMARANG.COM – Kesuksesan tak bisa diraih begitu saja. Butuh kerja keras, cucuran keringat, dan air mata. Itulah motto hidup yang selalu ditularkan oleh H. Endro Dwi Cahyono, ST. Sosok yang kerap dipanggil Endro ini, merupakan tipe orang yang selalu bekerja keras dan berjiwa sosial tinggi.

PRIA sederhana ini merupakan putra kedua dari pasangan (alm) Hartono dan Siti Kasiyati. Orang tua Endro berlatarbelakang keluarga biasa. Latarbelakang inilah yang membuat Endro menjadi pribadi yang tangguh dan selalu berkeinginan membahagiakan orang tua dan keluarganya.

Ketika berusia 6 tahun, Endro kecil memulai pendidikannya di SD Puri 03 Pati pada 1984-1990. Setelah lulus, ia melanjutkan ke SMP N 3 Pati (1990-1993) dan SMA N 1 Pati (1993-1996). Selepas SMA, ia hijrah ke Bandung, melanjutkan kuliah di STT Telkom. Selama berkuliah, jiwa bisnisnya muncul. Bersama sejumlah temannya, Endro mendirikan usaha konsultan di bidang IT, sesuai keahlian yang diperoleh dari bangku kuliah.

Seiring berjalannya waktu, jiwa bisnis Endro mulai terasah. Mulai menangani manajemen hingga mencari klien dan jaringan bisnis. Hanya saja, usaha yang digelutinya, tak bertahan lama karena kesibukan masing-masing sebagai mahasiswa. “Sebenarnya usaha yang kami bangun mulai menunjukkan hasil. Tapi karena tugas utama kami adalah belajar, maka usaha ini kami hentikan dulu.”

Empat tahun menjalani masa kuliah, Endro menamatkan S1 di bidang IT pada 2001. Lulus kuliah, Endro bekerja di Jakarta sebagai staf IT di Divisi Development Application Management. Setahun kemudian, ia keluar kerja dan memutuskan kembali ke Pati untuk merintis bisnis pada 2002.

Di kota asalnya, Endro mendirikan perusahaan jasa penyalur tenaga kerja Indonesia (PJTKI). Namanya: PT. Dewi Pengayom Bangsa. Ia pilih usaha ini, lantaran banyaknya kemiskinan di sekitar. Melalui PT. Dewi Pengayom Bangsa, Endro berharap bisa menggerakkan perekonomian pedesaan dan menciptakan wirausaha baru di kota asalnya.

Jatuh bangun dan cibiran, menjadi pelajaran yang membuatnya semakin kuat; hingga ia bisa meraih sukses. “Saat ini PT Dewi Pengayom Bangsa memiliki banyak perwakilan cabang di Jawa Tengah. Antara lain, di Kendal, Brebes, Banyumas, Wonosobo, Cilacap,” kata Endro.

Sukses dengan usaha PJTKI-nya, suami dari Agustina Riyandini ini mendirikan usaha baru di bidang jasa travel umrah pada 2012. Yaitu, PT. Dewangga Travindo atau lebih dikenal dengan sebutan Dewangga Lil Hajj Wal Umroh di Semarang.

Saat ini, Dewangga Lil Hajj Wal Umroh sudah membuka beberapa kantor cabang. Di Kendal, Pati, dan Solo. Endro juga mempunyai usaha di bidang percetakan: GoSpeed. Sebuah perusahaan yang melayani jasa offset dan digital printing. Dari berbagai macam usaha yang digelutinya, Endro berhasil menghidupi dan menyejahterakan lebih dari 100 orang karyawan.

Endro dipercaya menjadi Ketua Asosiasi Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (APJATI) Jawa Tengah dan Ketua Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah (AMPHURI) Jateng & DIY. Selain itu, ia juga menjadi bendahara di Badan Penanggulangan Bencana PDIP Jawa Tengah.

Di sela kesibukannya, Endro masih menyempatkan membagi waktu dengan keluarga. Bersama sang istri, Agustina Riyandini dan tiga anak perempuannya—Jemima Malaika Cahyono, Jasmine Mikaila Cahyono dan Raline Qaireena Cahyono—Endro kerap mengajak mereka jalan-jalan ke kota-kota di Indonesia hingga Eropa. (gie/isk)