Sebar Petugas di Jalan Tol Setiap 5 Km

301
Irjen Pol Condro Kirono - Kapolda Jateng
Irjen Pol Condro Kirono - Kapolda Jateng

“Kesiapsiagaan anggota yang melaksanakan tugas itu akan dipertebal dengan kekuatan penindak dari Brimob. Total semuanya 21 ribu lebih personel.”

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Aksi terorisme dan radikalisme yang semakin marak jelang Ramadan menjadi perhatian khusus semua pihak, termasuk Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah. Sebagai antisipasi, Polda Jateng akan mempertebal pengamanan dengan mengerahkan 21 ribu personel.

Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono mengatakan, ancaman teror menjadi prioritas utama pencegahan dalam koordinasi menjelang arus mudik dan balik. Pihaknya memastikan jumlah anggota yang akan mengamankan objek vital akan ditambah.

“Kesiapsiagaan anggota yang melaksanakan tugas itu akan dipertebal dengan kekuatan penindak dari Brimob. Total semuanya 21 ribu lebih personel,” katanya dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral Operasi Ketupat Candi 2018, bersama Pemprov Jateng, Jasa Marga dan Pertamina di Wisma Perdamaian Semarang, Rabu (16/5).

Condro menjelaskan, personel yang dikerahkan tersebut nantinya akan disebar untuk bertugas pengamanan arus mudik dan balik di jalan tol setiap 5 kilometer. Nantinya mereka melaksanakan sesuai tugasnya bersama petugas kepolisian lalulintas, baik dalam pos penjagaan, juga berpatroli dengan mobil Polisi Jalan Raya (PJR).

“Nanti juga ada beberapa lokasi lain yang kami pertebal personel pengamanannya, yakni di simpul transportasi. Misalnya, bandara, terminal, pelabuhan, juga objek wisata karena di situ mobilitas masyarakat tinggi, dan pusat berkumpul warga,” katanya.

Condro menambahkan, untuk mencegah ancaman terorisme dan kejahatan jalanan yang lain, ia menjelaskan saat ini Krimum (kriminal umum) bersama intelijen Polri sedang melaksanakan operasi penindakan di beberapa titik di jalur Pantura Jawa Tengah.

Dalam rakor, juga membahas jalan tol Batang-Semarang yang akan digunakan secara fungsional menyambut arus mudik dan arus balik lebaran tahun ini. Yakni, terkait menghindari terjadinya kemacetan yang diprediksi di titik Krapyak dan gerbang Tol Manyaran Kota Semarang.

Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Jateng, Heru Sudjatmoko, menjelaskan, lokasi tersebut rawan kemacetan, sebab menjadi titik pertemuan jalur tol fungsional Batang-Semarang dan jalur nasional Pantura. Sedangkan jalur provinsi dan selatan Jateng sudah siap dipergunakan untuk arus mudik dan balik lebaran.