160 Ribu Warga Belum Terlindungi

254

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Jaminan Kesehatan bagi masyarakat Kota Semarang melalui program Universal Health Coverage (UHC) hingga saat ini belum sepenuhnya melindungi warga yang berhak. Sedikitnya masih ada 10 persen dari total jumlah penduduk di Kota Semarang atau kurang lebih 160 ribu warga di 177 kelurahan di Kota Semarang, belum terdaftar sebagai peserta program unggulan ini.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang, Widoyono mengakui hingga kini masih cukup banyak warga Kota Semarang yang belum terlindungi program kesehatan gratis ini. Sebab mengapa masih banyak warga belum terdaftar di antaranya karena kesadaran warga untuk mengurus jaminan kesehatan melalui UHC ini masih minim.

“Banyak warga cenderung menunggu, baru mendaftar UHC ketika sakit. Saat ini, masih ada 10 persen atau 160.000 warga yang tersebar di 177 kelurahan di Kota Semarang belum ter-cover UHC,” kata Widoyono, kemarin.

Pihaknya mendorong camat dan lurah di Kota Semarang untuk turut meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat. “Kami minta warga berperan aktif untuk mendaftar layanan berobat gratis ini. Masih banyak warga baru mendaftar ketika sakit,” katanya.

Mendaftar ketika sakit pun sebetulnya bisa langsung dijamin UHC. Namun perlu untuk mengantisipasi kendala-kendala keterlambatan penanganan kesehatan. “Kalau belum terdaftar, tentunya repot karena butuh waktu mengurus administrasi,” katanya.

Program UHC memang disediakan oleh Pemkot Semarang untuk melayani kesehatan gratis bagi warga asli Kota Semarang yang belum memiliki jaminan kesehatan. Ruang rawat inap yang disediakan adalah kelas III di semua rumah sakit di Kota Semarang. “Ketersediaan kamar inap kelas III saat ini masih terpenuhi. Pemkot Semarang juga akan terus menambah jumlah kamar inap dan jumlah rumah sakit yang diperuntukkan layanan UHC,” terangnya.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi akan terus melakukan inovasi untuk meningkatkan pelayanan masyarakat. Terutama dalam bidang kesehatan dan pendidikan. “Sebuah kota yang hebat harus mampu menyelesaikan dua masalah fundamental yakni masalah kesehatan dan pendidikan. Kalau kedua masalah itu tidak bisa ditangani, maka pembangunan sebagus apapun tidak akan bertahan lama,” katanya.