Festival BKB Jadi Magnet Wisatawan

362
DAYA TARIK : Selama Festival BKB, di sepanjang aliran sungai dipercantik dengan kerlap kerli lampion. Yang tak kalah keren, perahu-perahu hias yang bersandar di tepi BKB. (Nur Chamim/Jawa Pos Radar Semarang)
DAYA TARIK : Selama Festival BKB, di sepanjang aliran sungai dipercantik dengan kerlap kerli lampion. Yang tak kalah keren, perahu-perahu hias yang bersandar di tepi BKB. (Nur Chamim/Jawa Pos Radar Semarang)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG – Festival Banjir Kanal Barat (BKB) dan Semarang Introducing Market 2018, benar-benar menjadi magnet wisatawan. Hari ke dua pelaksanaan, antusiasme warga Semarang tak surut untuk hadir di sepanjang Jalan Madukoro. Ratusan warga Semarang, maupun luar Semarang tumpah ruah memaadati area festival yang digelar selama tiga hari, mulai hari Jumat (11/5) hingga hari Minggu (13/5).

Acara yang digelar sejak ini 2013 ini sukses menyedot perhatian warga Semarang, utamanya dengan adanya lentera yang dilarung di sepanjang Sungai Banjir Kanal Barat. Tak kurang dari 3.000 lentera dilarung dalam dua hari, yaitu 2000 lentera di hari pertama, dan 1000 lentera di hari kedua.

Fani, salah seorang pengunjung mengaku tertarik untuk merasakan suasana lampu di malam hari. Menurutnya ada kesan berbeda saat menghadiri festival dengan kerlap kerlip lampu di pinggir sungai. “Menyenangkan. Karena ada lampu-lampu, lampion. Terus merasakan angin dari sungai juga. Romantis kalau ke sininya sama pasangan,” ujarnya sembari tertawa.

Fani mengaku sudah dua kali mengunjungi festival yang diadakan Pemerintah kota untuk yang ke enam kali ini. Meskipun untuk kali kedua, ia masih penasaran untuk festival di tahun mendatang. “Nggak ada bosannya. Karena setiap tahun pasti beda,” tandasnya.

Sementara itu, Wali Kota Semarang Hendrar mengatakan jika Festival Banjir Kanal Barat telah menjadi agenda wisata tahunan Kota Semarang sejak dirinya dilantik menjadi Wali Kota Semarang pada tahun 2013. Kegiatan ini, merupakan salah satu upaya untuk mengembangkan potensi yang ada di Kota Semarang, utamanya untuk menggenjot sektor pariwisata. “Karena salah satu potensi Kota Semarang yang kita gali adalah kekayaan topografinya,”  ujar Hendi, sapaan akrabnya.

Hendi menambahkan, Kota Semarang merupakan salah satu kota terunik di Indonesia karena memiliki topografi yang lengkap, mulai dari pantai, dataran rendah, perbukitan, hingga waduk. Termasuk, Kota Semarang memiliki sungai besar melintas di area perkotaan.

“Tentu ini menjadi sebuah potensi wisata besar bagi Kota Semarang. Tahun ini juga di Banjir Kanal Barat akan kita buat sebuah jembatan air mancur dengan lampu berwarna-warni untuk menambah daya tarik wisata di sini,” tegasnya.

Selain diramaikan oleh ribuah lentera dan puluhan perahu hias, Festival Banjir Kanal Barat tahun ini juga diramaikan oleh pagelaran wayang kulit dan bazaar ‘Semarang Introduction Market’. Sekitar 300 UMKM di Kota Semarang yang terbagi dalam 150 stand ambil bagian dalam bazaar tersebut. Mulai dari makanan khas Semarang hingga berbagai produk kerajinan disajikan kepada ribuan pengunjung yang memadati area Festival Banjir Kanal Barat di jalan Madukoro, Kota Semarang.

Sari Pandu, salah satu pelaku UMKM yang ikut dalam bazar di Festival BKB mengaku senang diberi ruang oleh Pemerintah Kota Semarang untuk untuk ambil bagian. “Senang yang pasti, karena semua dilibatkan, mulai dari teman-teman pelaku umkm, sampai pelaku seni yang mengisi panggung hiburan selama tiga hari di sini”, ungkap Sari.

Senada, Dwi Rini, sekretaris UMKM semut emas yang bergerak di bidang kerajinan rajut mengaku terfasilitasi untuk memperkenalkan produk dari Komunitasnya. Ia mengaku banyak pengunjung yang mampir ke stan nya untuk sekedar melihat hingga membeli karya perajut dari seluruh Semarang ini. “Ada beberapa yang pesan juga,” jelasnya. (sga/zal)