Merapi Erupsi, Siswa Dipulangkan

402
LETUSAN FREATIK: Suasana Gunung Merapi saat Mengeluarkan Asap, Jumat (11/5) pagi. (AHSAN FAUZI/RADAR KEDU)
LETUSAN FREATIK: Suasana Gunung Merapi saat Mengeluarkan Asap, Jumat (11/5) pagi. (AHSAN FAUZI/RADAR KEDU)

RADARSEMARANG.COM, MUNGKID – Warga Dusun Babadan Desa Paten Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang yang berada di lereng Gunung Merapi berteriak histeris, berlari dan kumpul di satu titik ketika mendengar suara gemuruh erupsi Gunung Merapi, Jumat (11/5) pagi sekitar pukul 7.40. Mereka was-was, panik dan khawatir, tragedi Gunung Merapi meletus tahun 2010 terulang kembali.

“Tiba-tiba ada suara jeder, gludug-gludug dan asap dari gunung tampak mengepul persis seperti tragedi tahun 2010 silam. Saya sedang beraktivitas di ladang bersama teman-teman langsung lari pulang ke rumah dan berkumpul di halaman, warga yang sedang di dalam rumah juga keluar rumah semua, kita berkumpul di satu titik,” ucap Nur Yami, 60, warga Dusun Badan, Desa Paten Kecamatan Dukun Kabupaten Magelang.

Nur Yami menuturkan, ratusan warga berkumpul, berjaga-jaga, jika kondisi membahayakan langsung turun atau mengungsi ke daerah bawah yang jauh dari Gunung Merapi. “Setelah kita menunggu sekitar 1 jam, asap mulai reda (menghilang) dan tidak ada tanda-tanda yang membahayakan, warga langsung kembali beraktivitas seperti sedia kala,” ucapnya.

Pelaksana Pos Pengamatan Gunung Merapi Babadan, Chandra Wahyu, mengatakan, letusan freatik Gunung Merapi terjadi pagi tadi sekitar pukul 07.40. “Pada pukul 07.30, aktifitas Gunung Merapi masih normal, namun pada pukul 07.40 terjadi peningkatan dan terdengar suara gemuruh yang diikuti oleh letusan, jeda waktunya hanya sekitar 20 menit,” ucap Chandra di Pos Pengamatan Gunung Merapi Bababdan, kemarin.

Chandra menjelaskan, berdasarkan pengamatan Pos Babadan sendiri, kepulan asap di perkirakan mencapai 3500 meter secara vertikal. Namun demikian, bisa saja dari pos pengamatan yang lainnya kepulan asap lebih tinggi, sedangkan rilis dari kantor pusat (Balai Penyelidikan Dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogjakarta) menunjukan kepulan asap setinggi 5000 Meter.

“Fenomena ini, bukanlah aktivitas Magmatic melainkan keluarnya gas dari dalam, yang sering disebut dengan letusan freatik.  Jadi, yang keluar bukan berupa magma, namun hanya berupa gas dan sekali terus selesai,”  terang Chandra.

“Apabila Gunung Merapi akan meletus, maka pasti dapat terlihat tanda-tandanya, salah satunya yang paling gampang kami amati adalah Gunung Merapi tersebut ukurannya akan membesar dan pucuknya pun agak sedikit miring, hal itu dikarenakan adanya dorongan magma yang berasal dari dalam” sambungnya.