Dilengkapi Sensor, Pantau Sawah Cukup dari Rumah

Tiga Siswa SMKN 7 Semarang Ciptakan Alat Deteksi Tanaman dengan Smartphone

415
INOVATIF: Ruben Pangestu Wawondatu, Ulfa Khoirunnisa dan Rahma Mulyati Setianingtias menunjukkan alat pendeteksi tanaman. (SIGIT ANDRIANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
INOVATIF: Ruben Pangestu Wawondatu, Ulfa Khoirunnisa dan Rahma Mulyati Setianingtias menunjukkan alat pendeteksi tanaman. (SIGIT ANDRIANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM – Prihatin dengan kegagalan panen para petani, tiga siswa SMK Negeri 7 Semarang menciptakan alat untuk memantau pertumbuhan tanaman di sawah lewat smartphone. Seperti apa?

SIGIT ANDRIANTO

TIGA siswa SMKN Semarang kreatif itu adalah Ruben Pangestu Wawondatu, Ulfa Khoirunnisa dan Rahma Mulyati Setianingtias. Mereka mencoba menyalurkan kepeduliannya kepada petani dengan menciptakan alat yang diberi nama re-Farm.  Melalui alat ini, petani bisa mengetahui tingkat kelembaban tanah di sawah melalui sejumlah sensor yang dipasang. Alat ini juga dapat tersambung dengan internet, sehingga petani bisa memantau faktor yang mempengaruhi pertumbuhan tanaman cukup melalui smartphone saja.

“Ide awalnya, karena kami ingin mengurangi kegagalan panen yang sering terjadi. Sehingga kami mencoba menggali penyebabnya. Ternyata beberapa penyebab itu karena tanaman di sawah kelebihan atau kekurangan air,” jelas Ruben kepada Jawa Pos Radar Semarang.

Melalui alat ini, ia mengklaim persoalan tersebut dapat diatasi. Sebab, kondisi tidak sesuai pada tanaman bisa langsung diketahui petani untuk ditindaklanjuti. “Jadi, kalau misalnya kurang air, ya tinggal ke sawah untuk menambah jumlah air. Tapi mantaunya tetap dari rumah,” jelasnya didampingi kedua teman yang merupakan rekan satu timnya.

Peralatan ini bahkan digadang-gadang sangat efektif untuk melakukan pemantauan. Sebab, bisa beroperasi sampai 24 jam asalkan terhubung dengan internet. “Sepertinya belum ada yang membuat seperti ini. Dan ini akan terus kami kembangkan, sehingga petani Indonesia bisa mendapat hasil panen melimpah dengan bantuan alat ini,” harapnya.

Dijelaskan, alat yang sedang dikembangkan ini dilengkapi dengan sensor kelembaban tanah, sensor suhu dan hujan. Data yang diperoleh melalui sensor ini kemudian akan dikirimkan melalui sambungan internet.¬† “Selain sensor-sensor, juga dilengkapi dengan Nodemcu esp8266 sebagai otaknya,” ujarnya.

Sayangnya, mereka masih membuat alat ini dalam bentuk prototype. Sehingga hanya bisa digunakan dalam skala kecil. “Sebenarnya untuk skala besar juga bisa. Hanya saja, harus pakai alat yang lebih mahal dari ini. Pakai dua atau tiga alat bisa untuk satu petak sawah,” ujarnya.