Potensi Pasar Indihome Masih Besar

566
TINGKATKAN LAYANAN : Telkom siap memberikan kontribusi terbaik dalam berinternet bagi masyarakat Semarang. (ISTIMEWA)
TINGKATKAN LAYANAN : Telkom siap memberikan kontribusi terbaik dalam berinternet bagi masyarakat Semarang. (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Jumlah pelanggan Indihome di wilayah kantor Telekomunikasi (Witel) Semarang (Kota Semarang, Kabupaten Kendal, sebagian Kabupaten Semarang) sampai saat ini mencapai 94.000. Sedangkan total pelanggan untuk Jateng-DIJ lebih dari 400.000 pelanggan.

General Manager (GM) PT Telkom Witel Semarang, Dode Suparman, hingga akhir tahun ini Witel Semarang manargetkan pelanggan baru sebanyak 150 orang. Sementara itu jumlah Fiber Optik (FO) yang sudah terpasang mencapai 222.000 FO dengan investasi sekitar Rp 600 miliar. “Kami berharap dengan investasi tersebut pembanguan jaringan FO bisa sampai ke pelosok,” Dode Suparman di sela-sela Indhihome Gathering & Comunity (IGC) yang digelar di Hotel Haris, Selasa (8/5) kemarin.

Dijelaskan, dengan 222.000 FO yang tersedia, baru terpasang 94.000. Potensi Indihome untuk wilayah Semarang masih sangat besar, karena okupansi masih kurang dari 50 persen. “Sedangkan target nasional mencapai 5,2 juta pelanggan baru, saat ini, baru tercapai 3,75 juta. Khusus wilayah Semarang ditarget 150 pelanggan baru, kini tinggal 60 pelanggan baru,” katanya.

Saat ini, jelasnya, PT Telkom berupaya mendongkrak pelanggan bisnis atau pelanggan yang membutuhkan kecepatan tinggi dengan promo besar. Terutama pelanggan yang kebutuhannya di atas 100 Mbps. “Saat ini pelanggan yang menggunakan kecepatan 100 Mbps, baru tercatat 500 orang dari 94.000 pelanggan,” katanya.

Dijelaskan dengan adanya gathering pelanggan ini, Telkom mendapatkan masukan cukup banyak, terutama dalam memperbaiki layanan. “Kami tidak sekedar menjual produk, tetapi juga ingin memberikan layanan yang terbaik kepada pelanggan,” tambah Dode.

Menurutnya, saat ini teknologi sudah menjadi tren dan gaya hidup. Terbukti, Indonesia kini masuk dalam 5 besar pengguna media sosial (medsos) terbanyak dan sudah memasuki era digital lifestyle. “Kami berharap kehadiran Digital Lifestyle ini, mampu mendukung masyarakat untuk lebih produktif dan kompetitif,” ujarnya. (tya/ida)