Ingatkan Jangan Korupsi

234

RADARSEMARANG.COM, KENDAL—Sekda Kendal Mohammad Toha mengingatkan aparatur sipil negara (ASN) di Kendal untuk berhati-hati dalam menjalan tugas dan wewenang. Yakni dengan memahami aturan dan regulasi supaya tidak tersandung masalah korupsi.

Demikian disampaikan Toha saat membacakan sambutan Bupati Kendal Mirna Annisa saat membuka acara sosialisasi Tim Pengawal dan Pengaman Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) yang dihelat Kesbangpol Kendal. Sosialisasi TP4D  diikuti 186 kepala desa, dan seluruh kepala puskesmas serta kepala sekolah di Kendal.

Toha mengingatkan supaya Kades berhati-hati dan tidak terjerumus dalam menggunakan anggaran yang bersumber dari APBD maupun APBN. Kepada pihak sekolah, Toha berpesan agar jangan melakukan pungutan liar. Sebab membebani orang tua siswa. “Pendidikan telah dijamin pemerintah  melalui gerakan Wajar 9 tahun. Jadi jangan sampai orang tua tidak menyekolahkan  anak karena malu tidak bisa membayar pendidikan sekolah,” katanya, Selasa (8/5).

Kepala desa dan kepala puskesmas OPD juga diingatkan agar tidak melakukan korupsi dan pungli.  “Jika masih ada yang berani melakukan pungutan liar di sekolah, akan ditindak tegas dengan sanksi dicopot dari jabatannya,” tambahnya

Kepala Kejari (Kajari)Kendal, Yudi Hendarto mengatakan, kejaksaan siap mendampingi kades, kepala puskesmas dan kepala sekolah supaya tidak ada lagi kekhawatiran dalam menjalankan tugas. Ia meminta agar Kades untuk berkonsultasi sebelum mengambil tindakan. “Sehingga tidak terjerat korupsi. Sebab kesalahan sedikit saja, meskipun tidak disengaja atau tidak paham aturan, bisa dijerat korupsi. Makanya lebih baik berkonsultasi kepada kami. Kami akan layani dengan baik dan kami siap mendampingi jika dibutuhkan,” tandasnya. (bud/ton)