Masjid Harus Steril dari Politik Praktis

354
Farhani (ISTIMEWA)
Farhani (ISTIMEWA)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Masjid harus steril dari kegiatan kampanye politik praktis di tengah berlangsungnya proses pemilihan kepala daerah (Pilkada). Karena itu, Kepala Kanwil Kemenag Jateng, Farhani pun mendukung seruan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jateng yang meminta semua pihak agar menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan ibadah, perekat dan pemersatu umat Islam.

Sebelumnya, MUI Jateng melalui Ketum Drs KH Ahmad Darodji dan Ketua Dewan Pertimbangan KH Ali Mufiz MPA menegaskan haram terhadap siapapun yang memanfaatkan masjid untuk ajang kampanye politik praktis.

“Jajaran Kanwil Kemenang Jateng memiliki peran dan fungsi membimbing, membina dan mengarahkan masjid-masjid agar aktivitasnya sesuai khitah menjadi pusat peribadatan, pusat ukhuwah umat, menyemai kesejukan dan kedamaian umat. Khitah ini jangan disimpangkan ke arah yang lain,” tegas Farhani dalam rangka merespons seruan MUI Jateng, kemarin.

Menurut Farhani, Kemenag bersama MUI akan memaksimalkan pembinaan kepada jajaran takmir masjid, langgar dan mushalla di Jateng yang berjumlah sekitar 90 ribu buah.

“Peran masjid seperti ini harus kita wujudkan di tengah menipisnya semangat kohesi kebangsaan masyarakat. Untuk itu, saatnya masjid, langgar dan musala di seluruh Jateng jangan terlibat kegiatan politik praktis,” tegas Farhani. (ida)