Jadikan Olahraga Sebagai Lifestyle

Fatayat Gelar POP 2018

497
RESMI DIBUKA : Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Imam Nahrawi dan Ketua Fatayat Pusat Anggia Ermarini melempar bola tanda dibukanya Pekan Olahraga Perempuan (POP) PP Fatayat NU 2018 yang disaksikan Cawagub Jateng 2018, Ida Fauziyah selaku pembina Fatayat di GOR Sahabat, Sabtu (5/5). (SIGIT ANDRIANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RESMI DIBUKA : Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Imam Nahrawi dan Ketua Fatayat Pusat Anggia Ermarini melempar bola tanda dibukanya Pekan Olahraga Perempuan (POP) PP Fatayat NU 2018 yang disaksikan Cawagub Jateng 2018, Ida Fauziyah selaku pembina Fatayat di GOR Sahabat, Sabtu (5/5). (SIGIT ANDRIANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

RADARSEMARANG.COM, SEMARANG-Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mendorong masyarakat untuk membudayakan olahraga sejak dini. Sebaiknya dimulai dilakukan dari keluarga. Sebab, pembudayaan olahraga, selain menyehatkan badan, juga persiapan mencetak prestasi.

Menpora mencontohkan, sejumlah atlet nasional yang menjadi juara dunia, dimulai dari pembiasaan. Sebut saja, Liliana Nasir dan Tantowi Ahmad. “Mereka dibiasakan sejak kecil dan mendapat motivasi luar biasa dari keluarganya masing-masing,” ujarnya saat membuka Pekan Olahraga Perempuan (POP) 2018, di GOR Sahabat, yang disaksikan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Jateng 2018, Ida Fauziyah selaku pembina Fatayat di GOR Sahabat, Sabtu (5/5) kemarin.

Fatayat NU menyelenggarakan POP, imbuhnya, berarti sudah ada kesadaran masif dari kalangan perempuan. Sebab pencapaian prestasi harus dimulai dari pembiasaan olahraga.

Lebih lanjut, Imam menilai POP ini menjadi pondasi penting untuk menumbuhkan partisipasi perempuan. Peran perempuan, menurutnya sangat vital dalam upaya membiasakan keluarga olahraga.

“Dengan ibu-ibu menjadi atlet di POP ini, semoga ke depan bisa memberikan dorongan kepada putra-putrinya agar bisa meraih prestasi yang membanggakan Indonesia di kancah Internasional,” pesannya kepada ibu-ibu dari 16 kontingen organisasi perempuan se Jateng-DIJ.

Ketua Fatayat Pusat, Anggia Ermarini menjelaskan POP ke depannya menjadikan olahraga sebagai lifestyle. Lebih jauh, POP diharapkan bisa mendorong generasi muda bangsa untuk membanggakan Indonesia melalui prestasi.

“Selain itu, kita juga nguri-uri budaya. Karena olahraga yang ditandingkan ada gobak sodor. Sambil melestarikan budaya, kita juga mempelajari nilai-nilai yang terkandung di dalamnya,” ujar Anggia sembari menjelaskan ada tiga cabang olahraga yang dipertandingkan, yakni bulu tangkis, volly dan gobak sodor.

POP ini, lanjutnya, dilaksanakan di Semarang, Tulung Agung Jawa Timur, dan Bogor dengan grand final di Jakarta. Anggia berharap, melalui POP perempuan bisa berkontribusi secara lebih  maksimal kepada keluarga, utamanya di bidang olahraga.

“Bukan hanya POP ini saja. Kami juga telah membudayakan olahraga melalui edaran yang kami berikan ke tiap pimpinan wilayah sampai cabang agar berolahraga, sehari 30 menit,” ujarnya.

Sementara itu, Cawagub Jateng pasangan Sudirman Said yang juga mantan Ketua Umum Fatayat, Ida Fauziyah menyatakan bahwa kunci sehat dalam keluarga adalah ibu. Jika ibunya sakit, maka semuanya merasa sakit. “POP ini beda dengan sebelumnya. Kali ini melibatka seluruh organisasi perempuan. Berarti Fatayat ini menggerakkan perempuan untuk sehat sehingga keluarga sehat dan cerdas dalam rangka membangun bangsa,” tandasnya. (sga/ida)